BISNIS – Besarnya utang PT PLN (Persero) yang telah menembus sekitar Rp734 triliun hingga pertengahan 2025 memunculkan pertanyaan: di balik beban finansial raksasa itu, siapa yang sebenarnya diuntungkan?
Sebagai perusahaan listrik negara dengan lebih dari 80 juta pelanggan dan posisi monopoli distribusi, PLN memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Tarif listrik yang relatif terjangkau membuat inflasi terkendali dan daya beli masyarakat terjaga. Kondisi ini memberi keuntungan politik dan ekonomi bagi pemerintah karena stabilitas energi menjadi fondasi stabilitas sosial.
Dari sisi industri, pasokan listrik yang stabil dan tarif yang relatif rendah memberi manfaat besar bagi sektor manufaktur dan kawasan industri. Biaya produksi yang terkendali membantu daya saing industri nasional, terutama di tengah persaingan global.
Ekosistem bisnis energi juga menjadi pihak yang diuntungkan. PLN merupakan pembeli utama batu bara, gas, serta listrik dari produsen swasta (independent power producer/IPP). Kontrak jangka panjang bernilai puluhan hingga ratusan triliun rupiah memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha energi dan kontraktor infrastruktur kelistrikan.
Sektor keuangan turut merasakan manfaat dari besarnya utang PLN. Obligasi dan pinjaman perusahaan listrik negara itu menjadi instrumen investasi yang dianggap relatif aman karena didukung jaminan implisit negara. Bank dan investor memperoleh keuntungan dari bunga dan pembiayaan jangka panjang.
Di sisi lain, masyarakat juga merasakan manfaat berupa akses listrik luas dan tarif yang tidak melonjak drastis. Namun publik sekaligus menjadi penanggung tidak langsung melalui pembayaran listrik dan pajak yang digunakan pemerintah untuk subsidi dan kompensasi energi.
Pengamat menilai struktur utang PLN mencerminkan model ekonomi negara berkembang, di mana BUMN strategis berfungsi bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga alat menjaga stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi. Dalam model ini, manfaat dan beban tersebar ke banyak pihak, sementara PLN menjadi penopang utama sistem kelistrikan nasional.
Sumber data:
- Laporan Keuangan PLN Semester I 2025
- Antara News: Kinerja Keuangan PLN 2025 dan posisi utang Rp734 triliun
- Kementerian BUMN RI (paparan kinerja PLN & rasio utang terhadap aset)
- Kementerian ESDM: data subsidi dan kompensasi listrik nasional
- Statistik PLN 2024–2025 (jumlah pelanggan dan sistem kelistrikan nasional)






