Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara - Plus62.co

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI — Gelombang penangkapan oknum pejabat pajak dalam beberapa bulan terakhir menjadi alarm keras bagi sistem perpajakan Indonesia. Operasi tangkap tangan (OTT) dan penetapan tersangka terjadi beruntun sejak 2025 hingga awal 2026, menandakan persoalan integritas belum sepenuhnya selesai di sektor penerimaan negara.


Awal 2026 saja, aparat penegak hukum mengamankan lebih dari sepuluh orang dari berbagai kasus suap dan manipulasi pajak. Mulai dari kepala kantor pajak, pejabat struktural, hingga pihak swasta dan konsultan, seluruhnya diduga terlibat dalam praktik pengurangan kewajiban pajak dan permainan restitusi bernilai miliaran rupiah.

Baca Juga :  Aktivasi Rekening Jadi Kunci Pencairan Dana PIP


Dalam sejumlah operasi, penyidik menyita uang tunai dan aset bernilai besar. Modusnya relatif klasik namun terus berulang: wajib pajak ingin beban diperkecil, oknum aparat menawarkan jalan pintas. Transaksi terjadi diam-diam, negara kehilangan penerimaan.
Kasus-kasus ini bukan berdiri sendiri.

Sepanjang 2025, beberapa pejabat senior di lingkungan perpajakan juga terseret dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang. Bahkan ada penyelidikan yang menyeret jaringan konsultan pajak dan korporasi besar.

Baca Juga :  Mulai Januari Pemerintah Akan Berlakukan PPN 12 Persen


Pengamat kebijakan fiskal menilai maraknya penangkapan menunjukkan dua hal sekaligus: penegakan hukum yang mulai berani, tetapi juga sistem pengawasan yang masih memiliki celah. Jika tidak dibenahi secara struktural, kasus serupa berpotensi terus berulang.


Pajak adalah tulang punggung negara. Ketika sektor ini tercemar praktik suap, yang tergerus bukan hanya uang, tetapi juga kepercayaan publik. Wajib pajak jujur merasa diperlakukan tidak adil, sementara yang bermain di belakang layar justru mendapat keringanan.

Baca Juga :  Pencapaian Kinerja PT Jakarta 2024 Penghargaan dan Harapan di 2025


Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal, rotasi jabatan, serta transparansi penanganan perkara. Penindakan saja tidak cukup jika tidak diikuti perbaikan budaya dan sistem.


Gelombang penangkapan ini seharusnya menjadi momentum bersih-bersih. Sebab ketika aparat pajak ikut bermain, negara sesungguhnya sedang dibobol dari dalam.

Berita Terkait

Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak
Aktivasi Rekening Jadi Kunci Pencairan Dana PIP
Amran Apresiasi Kapolri dan Titiek Soeharto atas Percepatan Swasembada Pangan
Refleksi HPN 2026 MEDIA YANG MATI PELAN-PELAN
Sejumlah Pekerja Ajukan Gugatan terhadap Perusahaan Fintech di Jakarta Barat
UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Goes to Korea Selatan: Produk Lokal Tembus Pasar Internasional
Peringati Hari Pelanggan Nasional, BRI Cabang Hayam Wuruk Komitmen Tingkatkan Layanan
Afo Lim melalui Foss Group Luncurkan Foodtray TKDN 100%, SNI, dan Bersertifikat Sucofindo untuk Dukung Program Makan Gratis Bergizi

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:59 WIB

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:38 WIB

Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:11 WIB

Aktivasi Rekening Jadi Kunci Pencairan Dana PIP

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:27 WIB

Amran Apresiasi Kapolri dan Titiek Soeharto atas Percepatan Swasembada Pangan

Senin, 29 Desember 2025 - 06:41 WIB

Refleksi HPN 2026 MEDIA YANG MATI PELAN-PELAN

Berita Terbaru

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB

Bisnis & Ekonomi

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Minggu, 8 Feb 2026 - 08:59 WIB