Budaya Indonesia Bukan Batik, tapi Korupsi yang Dianggap Wajar - Plus62.co

Budaya Indonesia Bukan Batik, tapi Korupsi yang Dianggap Wajar

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan Sudjiwo Tedjo kerap menekankan bahwa budaya bukan soal atribut, melainkan kebiasaan yang diterima tanpa kritik.

Budayawan Sudjiwo Tedjo kerap menekankan bahwa budaya bukan soal atribut, melainkan kebiasaan yang diterima tanpa kritik.

OPINI – Budaya Indonesia kerap dirayakan lewat batik, tari, dan upacara adat. Namun budaya tidak berhenti pada simbol. Budaya adalah apa yang dilakukan berulang-ulang dan dianggap normal dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam pengertian itu, korupsi hari ini tak lagi sekadar kejahatan hukum. Ia telah menjelma kebiasaan sosial.


Pernyataan “budaya Indonesia bukan batik” bukan hinaan, melainkan diagnosis. Batik dirawat lewat seremoni. Korupsi dirawat lewat praktik dan sistem yang terus dibiarkan.


Budayawan Sudjiwo Tedjo kerap menekankan bahwa budaya bukan soal atribut, melainkan kebiasaan yang diterima tanpa kritik. Ketika penyimpangan dilakukan berulang dan tak lagi dipertanyakan, ia perlahan menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Baca Juga :  Hujan Deras Mengguyur Tangerang Genangan Air Mencapai Lutut Orang Dewasa


Di ruang publik, korupsi kerap tidak lagi mengejutkan. Ia dinegosiasikan, ditertawakan, bahkan dimaklumi.

Ungkapan “semua juga begitu” berubah menjadi pembenar kolektif yang melumpuhkan rasa bersalah.


Sudjiwo Tedjo juga berulang kali mengingatkan bahwa masyarakat sering mengecam korupsi, namun di saat yang sama memuja hasilnya. Kekayaan dirayakan tanpa menyoal asal-usul. Jabatan dihormati tanpa menguji integritas.


Dari sisi moral keagamaan, korupsi telah lama diposisikan sebagai kejahatan serius. Dalam berbagai forum Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama menegaskan korupsi sebagai perbuatan haram dan pengkhianatan terhadap amanah publik. Korupsi bukan sekadar dosa pribadi, melainkan kezaliman sosial.

Baca Juga :  Pesawat CN 295/P-4501 Kirim Bantuan Logistik dan Tim SAR ke Wilayah Bencana Aceh dan Sumatera Barat


Namun dalam praktik sehari-hari, nilai-nilai luhur justru kerap disalahgunakan. Sungkan, toleransi, dan pemaafan ditarik ke ranah pidana publik. Kejahatan kolektif direduksi menjadi urusan pribadi.


Akibatnya, korupsi hidup bukan hanya karena hukum lemah, tetapi karena nilai sosial ikut mengamankannya. Masyarakat mengutuk pelaku, tetapi tetap memuliakan simbol kekuasaan dan kekayaan.

Baca Juga :  Sopir Truk Tewas Gantung Diri Di Garasi CV. Surya Mandala Gresik


Jika korupsi dilakukan massal, diwariskan, dan dianggap wajar, maka secara sosiologis ia telah menjadi budaya praktik. Bukan budaya luhur, melainkan budaya rusak yang dipelihara bersama.


Pemberantasan korupsi tak cukup dengan penangkapan dan hukuman. Tanpa perubahan cara pandang tentang kesuksesan, kehormatan, dan kekayaan, korupsi hanya akan berganti pelaku.


Budaya bisa dibentuk. Dan budaya korupsi bisa dipatahkan. Syaratnya satu: berhenti memaafkan kejahatan publik atas nama harmoni sosial.


Budaya Indonesia seharusnya bukan korupsi. Dan kita malu pada anak cucu nanti.

Berita Terkait

Empat Warga Jakpus Terima Kunci Rumah Hasil Program Bedah Rumah
Viral! Diduga Petugas SDA Santai saat Jam Kerja di Jakpus, Netizen Geram
Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang, 3 Korban Jiwa
Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Abdul Karim Qasim, Jenderal yang Mengguncang Monarki Irak dan Jejak Soekarno di Sungai Tigris
Pasal 33 yang Terlupakan dan Masa Depan Indonesia
Ramadhan Ceria Penuh Berkah, Pemkot Jakpus Bangun Karakter Generasi Muda
Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei Sang Pemimpin Revolusi

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:13 WIB

Empat Warga Jakpus Terima Kunci Rumah Hasil Program Bedah Rumah

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:50 WIB

Viral! Diduga Petugas SDA Santai saat Jam Kerja di Jakpus, Netizen Geram

Senin, 9 Maret 2026 - 04:14 WIB

Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang, 3 Korban Jiwa

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:21 WIB

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:09 WIB

Abdul Karim Qasim, Jenderal yang Mengguncang Monarki Irak dan Jejak Soekarno di Sungai Tigris

Berita Terbaru

Internasional

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:19 WIB

Megapolitan

Bank Jakarta Syariah-Kowantara MoU, Warung Go Modern

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:08 WIB

Megapolitan

Empat Warga Jakpus Terima Kunci Rumah Hasil Program Bedah Rumah

Senin, 16 Mar 2026 - 15:13 WIB