Kunjungan DPRD Jambi ke KI DKI, Bahas Hoaks hingga Sengketa Informasi - plus62news

Kunjungan DPRD Jambi ke KI DKI, Bahas Hoaks hingga Sengketa Informasi

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menerima kunjungan kerja studi banding Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Komisioner Lantai 7 Kantor KI DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).


Rombongan DPRD Jambi dipimpin Wakil Ketua I DPRD Jambi Ivan Wirata dan Wakil Ketua II Samsul Riduan. Turut hadir Ketua Komisi I H. Hapis Hasbiallah serta sejumlah anggota DPRD Jambi, di antaranya Muhammad Nasir, Abun Yani, H. Raden Fauzi, dr. Umaima Kamila, Rucita Arfianisa, dan Pinto Jayanegara.


Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KI DKI Jakarta Agus Wijayanto Nugroho menyambut langsung rombongan tersebut. Ia menegaskan KI DKI Jakarta terbuka untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait implementasi keterbukaan informasi publik.


“Kami menyambut baik kunjungan DPRD Jambi. KI DKI Jakarta selalu terbuka untuk berbagi praktik baik, mulai dari pengelolaan website, monitoring dan evaluasi, hingga strategi peningkatan kepatuhan badan publik,” ujar Agus.

Baca Juga :  Meutya Hafid: Kongres Persatuan PWI Jadi Titik Balik Rekonsiliasi dan Kebangkitan Pers


Dalam diskusi, Ivan Wirata menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ia menekankan masih adanya perbedaan persepsi antara informasi terbuka dan informasi yang dikecualikan, di tengah tantangan hoaks dan perkembangan kecerdasan buatan.


Ivan juga mempertanyakan capaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) serta mekanisme penyelesaian sengketa informasi melalui ajudikasi nonlitigasi.


Menanggapi hal itu, Agus menegaskan bahwa IKIP bukanlah tujuan akhir keterbukaan informasi.


“IKIP bukan ajang lomba. Ketika nilainya belum optimal, justru menjadi alarm bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” katanya.


Agus menjelaskan, KI DKI Jakarta telah melaksanakan E-Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) terhadap 829 badan publik. Penilaian tersebut mencakup perangkat daerah, BUMD, rumah sakit, puskesmas, hingga kecamatan dan kelurahan.


Hasil E-Monev, kata dia, menjadi dasar pemetaan tingkat kepatuhan badan publik dan disampaikan kepada para pemangku kepentingan, termasuk DPRD, sebagai bahan pengawasan dan perbaikan kebijakan.
Terkait sengketa informasi, Agus menyebut permohonan masih didominasi oleh lembaga swadaya masyarakat. Isu yang banyak disengketakan antara lain pengadaan barang dan jasa, pertanahan, hingga perkara aktual seperti permohonan informasi terkait ijazah Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Sopir Bukan Hanya Ojol: RBPI Desak Pemerintah Hadir untuk Seluruh Pengemudi


Namun demikian, Agus juga menyoroti adanya pemohon yang tidak beritikad baik. Sejumlah perkara bahkan diputus selesai dengan menyatakan pemohon tidak beritikad baik dan menolak permohonan informasi. Beberapa putusan tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


“Undang-undang ini jangan sampai disalahgunakan. Kami juga menegaskan bahwa UU KIP dan UU Pers tidak dapat dicampuradukkan karena memiliki rezim hukum yang berbeda,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Jambi H. Hapis Hasbiallah mengapresiasi penerimaan dan keterbukaan KI DKI Jakarta. Ia menilai banyak praktik baik yang dapat diadopsi untuk memperkuat peran Komisi Informasi di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Warga Geruduk Kantor Kelurahan,Tuntut Hentikan Penggusuran


“Kondisi KI Jambi saat ini jauh lebih baik. Kami optimistis kunjungan ini memberi manfaat besar, terutama dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik,” ujarnya.


Wakil Ketua II DPRD Jambi Samsul Riduan menambahkan, peran Komisi Informasi kini semakin dikenal publik, terutama melalui penanganan sengketa informasi strategis. Menurutnya, hal tersebut berkontribusi dalam membangun kepercayaan publik.


“Kami berharap peran Komisi Informasi semakin kuat dan dipercaya publik. Dukungan lintas lembaga, termasuk DPRD, menjadi kunci untuk mewujudkan keterbukaan informasi yang berkualitas,” kata Samsul.


Menutup diskusi, Agus menegaskan pentingnya kolaborasi antara Komisi Informasi, pemerintah daerah, dan DPRD.
“Harmonisasi dengan pemerintah daerah dan DPRD sangat mendukung optimalisasi kerja Komisi Informasi. Kami bermitra baik dengan dinas dan DPRD, serta didukung berbagai kegiatan sinergi bersama badan publik, termasuk BUMD,” pungkas Agus Wijayanto Nugroho.

Berita Terkait

GOR Kemayoran Roboh, PWI Jakpus Minta Kontraktor dan Pengawas Diaudit
GOR Kemayoran Runtuh, Kontraktor dan Pengawas Disorot
HPN 2026: 200 Wartawan PWI Jalani Diklat Bela Negara
Tanggul Jebol, Luapan Kali Krukut Genangi Permukiman Bendungan Hilir
Aspal Baru Cepat Rusak, Warga Keluhkan Jalan AM Sangaji
Pintu Air Diperbaiki, Wali Kota Jakpus Pastikan Kali Item Terkendali
Dari Masjid hingga UMKM, Wagub DKI Kunjungi Kantor Wali Kota Jakarta
MIO,I Jakarta Barat Gelar Kongresda ke-2, Pemilihan Ketua Dijadwalkan 25 Februari 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:22 WIB

GOR Kemayoran Roboh, PWI Jakpus Minta Kontraktor dan Pengawas Diaudit

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:47 WIB

GOR Kemayoran Runtuh, Kontraktor dan Pengawas Disorot

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:02 WIB

HPN 2026: 200 Wartawan PWI Jalani Diklat Bela Negara

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:17 WIB

Tanggul Jebol, Luapan Kali Krukut Genangi Permukiman Bendungan Hilir

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:25 WIB

Kunjungan DPRD Jambi ke KI DKI, Bahas Hoaks hingga Sengketa Informasi

Berita Terbaru

Kolom

Perlindungan Wartawan: Antara Putusan MK dan Kenyataan

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:49 WIB

Daerah

Trasi Bangka Selatan Gaet Hampir 500 Offroader

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:38 WIB

Foto Tangkapan Layar Video Viral Es Kue Jadul Diduga Terbuat dari Spons Ditemukan di Utan Panjang Kemayoran (Dok.Info Kemayoran)

News

Heboh Es Kue Jadul Diduga Berbahan Spons di Kemayoran

Minggu, 25 Jan 2026 - 10:43 WIB