ACEH,PLUS62CO — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak cukup serius, berupa lumpur tebal dan material banjir yang menutup berbagai fasilitas umum, termasuk sarana pendidikan. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan membutuhkan penanganan cepat agar sekolah dapat kembali digunakan.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons tanggap darurat, Batalyon Infanteri 8 Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam terus melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan logistik serta pembersihan fasilitas sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Jumat (09/01/2026).
Kegiatan pembersihan difokuskan di dua lokasi berbeda, yakni SMA Negeri 1 Kejuruhan Muda di Kecamatan Rantau dan SMA Negeri 2 Matang Seping di Kecamatan Banda Mulia. Kedua sekolah tersebut terdampak cukup parah akibat genangan lumpur dan sampah kiriman banjir.
Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para prajurit Yonif 8 Marinir membersihkan ruang-ruang kelas, halaman sekolah, hingga saluran air yang tersumbat lumpur dan material sisa banjir. Upaya ini dilakukan agar lingkungan sekolah kembali bersih, sehat, dan layak digunakan untuk kegiatan pendidikan.
Selain pembersihan fasilitas sekolah, prajurit Yonif 8 Marinir juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 250 paket sembako serta 14 kardus pakaian layak pakai.
Penyaluran bantuan tersebut difokuskan kepada warga di wilayah Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, yang turut merasakan dampak langsung dari bencana banjir bandang. Kehadiran Satgas diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.
Komandan Batalyon Infanteri 8 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho, M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AL, khususnya Korps Marinir, terhadap dunia pendidikan dan masyarakat yang terdampak bencana. Ia menegaskan pihaknya akan terus hadir membantu pemulihan fasilitas umum, terutama sekolah, karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
(Red)






