Wagub Banten Dimyati Tutup Tambang Ilegal di Kaduagung Lebak - Plus62.co

Wagub Banten Dimyati Tutup Tambang Ilegal di Kaduagung Lebak

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Banten akan menindak tegas seluruh bentuk pelanggaran di sektor pertambangan, baik yang beroperasi tanpa izin

Pemerintah Provinsi Banten akan menindak tegas seluruh bentuk pelanggaran di sektor pertambangan, baik yang beroperasi tanpa izin

LEBAK,Plus62.coWakil Gubernur Banten Achmad Dimyati memerintahkan penutupan tambang ilegal di Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat. Aktivitas tambang tersebut dinilai merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Dimyati mengatakan, pihaknya baru mengetahui bahwa tambang yang telah beroperasi cukup lama di wilayah itu ternyata tidak memiliki izin resmi.

“Saya bersama instansi terkait turun langsung ke lokasi tambang di Kabupaten Lebak setelah menerima laporan dari masyarakat. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, terbukti kegiatan tambang tersebut tidak memiliki izin resmi,” ujar Dimyati, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga :  Trasi Bangka Selatan Gaet Hampir 500 Offroader


Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan menindak tegas seluruh bentuk pelanggaran di sektor pertambangan, baik yang beroperasi tanpa izin maupun yang memiliki izin tetapi menyalahi aturan.

“Kami segera mengambil langkah tegas dengan menutup aktivitas tambang ilegal itu. Tidak boleh ada pihak yang seenaknya mengeksploitasi alam tanpa izin dan tanpa memperhatikan dampak bagi warga sekitar,” tegasnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Jalan Rusak di Daerah Lebak


Selain menutup tambang ilegal, Dimyati juga mengingatkan perusahaan tambang legal agar memperhatikan kebersihan dan dampak lingkungan sekitar, termasuk kondisi kendaraan pengangkut hasil tambang.

“Kendaraan itu harus bersih pada saat keluar. Ini kendaraan rata-rata kalau hujan kotor semua, harus ada terpal supaya tidak ada debu dan polusi. Ini persoalan yang ada—air, darat, udara rusak semua karena tambang,” ucapnya.

Baca Juga :  Kondisi Jalan Raya Selembaran Sangat Memprihatinkan, dan Dikeluhkan Warga


Dimyati menambahkan, pembangunan di Banten harus berjalan secara seimbang antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Kita ingin pembangunan berjalan seimbang—ekonomi tumbuh, tapi lingkungan tetap terjaga. Mari bersama-sama menjaga Banten agar lestari dan berkeadilan,” katanya.


(Rdw)

Berita Terkait

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi
Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM
Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU
Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel
Ramadan Penuh Harapan di Lapas Medan
Warga Adat Tanoyan Keluhkan Kesulitan Menjual Emas Hasil Tambang Tradisional
Kades Palasari Akui Izin SPPG Tak Sah, Warga Villa Cherry Minta Operasional Dihentikan
Kepres 37/2025 Jadi Momentum Penataan Wilayah Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:01 WIB

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:34 WIB

Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM

Senin, 9 Maret 2026 - 21:32 WIB

Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:07 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:28 WIB

Ramadan Penuh Harapan di Lapas Medan

Berita Terbaru

Megapolitan

Empat Warga Jakpus Terima Kunci Rumah Hasil Program Bedah Rumah

Senin, 16 Mar 2026 - 15:13 WIB

Megapolitan

Rayakan HUT ke-14, HIKMAHBUDHI Tangsel Gelar Aksi Berbagi Takjil

Minggu, 15 Mar 2026 - 11:55 WIB