Gerbang Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta di Gembok, Ratusan Pelajar Telantar - Plus62.co

Gerbang Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta di Gembok, Ratusan Pelajar Telantar

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa dan siswi Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta mengangkut meja dan bangku sekolah dalam keadaan pintu gerbang di gembok,foto plus62/Rnt

Siswa dan siswi Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta mengangkut meja dan bangku sekolah dalam keadaan pintu gerbang di gembok,foto plus62/Rnt

Jakarta,plus62.co – Ratusan siswa dan siswi SMK PGRI 24 Jakarta terpaksa telantar dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah gerbang sekolah mereka digembok oleh seseorang yang mengklaim sebagai ahli waris lahan sekolah. Insiden ini terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Menurut keterangan salah satu guru, Julianti, aksi penggembokan telah dilakukan sejak kemarin oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah. Padahal, menurut pihak sekolah, lahan tersebut merupakan tanah wakaf.

Baca Juga :  Komite Sekolah dan PWI DKI Jakarta Gelar Diskusi Bangun Kepercayaan Publik di Dunia Pendidikan

“Penggembokan sudah dilakukan dari kemarin oleh orang yang mengaku ahli waris. Ini kan tanah wakaf, jadi mereka ingin mengklaim kembali tanah wakaf ini,” ujar Julianti pada Plus62.co di lokasi(25/4/2025).

Akibat kejadian ini, seluruh kegiatan belajar mengajar terhenti dan para siswa terpaksa menunggu di luar area sekolah. “Ya begini, harusnya bisa belajar di dalam sekolah, jadi semuanya telantar,” tambah Julianti.

Pihak sekolah mengaku telah menerima surat pemberitahuan pengosongan dari pihak yang mengaku ahli waris. Namun, sebelum proses pengosongan dilakukan, gerbang sekolah sudah terlebih dahulu digembok.

Baca Juga :  Lalu-lintas di Semanan Kusut, Macet Parah, Angkot Ngetem Sembarangan dan Tidak ada Petugas

Rencananya, pihak SMK PGRI 24 akan memindahkan kegiatan belajar ke lokasi baru di daerah Menceng. “Kami sudah rencanakan tanggal 27 itu pindahan. Sudah kami informasikan ke wali murid, murid, dan semua guru, bahwa hari Minggu nanti akan ada pemindahan sekolah,” pungkas Julianti.

Hingga kini, belum ada kejelasan hukum terkait status kepemilikan tanah tersebut, sementara ratusan siswa tetap menjadi korban dalam konflik kepemilikan lahan tersebut.

Baca Juga :  Kapolsek Tambora Ngopi Bareng Tokoh Masyarakat Duri Utara


Pantauan di lokasi, dalam keadaan gerbang di gembok siswa dan siswi serta guru bahu membahu mengangkut meja dan bangku dari celah gerbang untuk di angkut ke truk.

Sampai berita ini di unggah Ketua PGRI Provinsi Jakarta belum di mintai komentar terkait kejadian ini.kendati demikian Plus62.co berupaya mencari informasi.




Berita Terkait

Puisi yang Hilang di Kehidupan Modern
Tentang Bonsai
Durmogati, Laku Plonga-Plongo
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Aloka dan Ujian Toleransi
PWI Jakarta Gelar Pagelaran Budaya di Tengah Hujan Deras
Rojali–Japra Meriahkan Hari Terakhir Benda Fair 2025 Lewat Atraksi Seni Bela Diri
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pelayanan Publik di Karang Anyar

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:33 WIB

Puisi yang Hilang di Kehidupan Modern

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:34 WIB

Tentang Bonsai

Senin, 26 Januari 2026 - 07:14 WIB

Durmogati, Laku Plonga-Plongo

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:53 WIB

Aloka dan Ujian Toleransi

Berita Terbaru

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB