Jakarta – Tidur pagi, khususnya usai salat subuh, tidak di anjurkan dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad tentang terputusnya rezeki akibat tidur.
Lantas, apa sih yang dimaksud dengan memutus rezeki?
Rezeki ini bermakna banyak hal. Bisa jadi ia akan berpotensi rugi dalam bisnis maupun kehilangan kesempatan lain di pagi hari. Bisa juga sesederhana tidak mendapatkan kebaikan pagi hari seperti segar, karena memilih tidur kembali di waktu pagi.
Nabi Muhammad bersabda: Tidur pagi itu menghalangi datangnya rezeki. (HR Ahmad dan Baihaqi).
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad bahkan mendoakan mereka yang bergegas di pagi hari untuk aktivitas.
Pada pagi hari Allah menurunkan banyak keutamaan dan kebaikan bagi seluruh hambanya.
Maka, bila hamba tersebut mau bergerak, melakukan kegiatan yang bermanfaat, orang tersebut bakal mendapatkan kebaikan bagi dirinya dirinya.
Larangan tidur pagi pada dasarnya berupa anjuran bagi orang yang sudah bangun sebaiknya bergegas ketika pagi tiba. Bukan malah menarik selimut. ini seperti pepatah ‘tidur pagi bikin rezeki dipatok ayam’.
Sebuah pepatah yang mengingatkan bahwa ketika pagi tiba, maka sebaiknya di isi dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud di sebutkan tentang sebuah kebiasaan yang di lakukan oleh Nabi Muhammad waktu pagi tiba.
Nabi Muhammad ketika pagi tiba, baik sebelum dan usai Subuh, melakukan banyak aktivitas. Baik itu aktivitas ibadah seperti zikir maupun doa, maupun mengisi kegiatan setelahnya untuk aktivitas duniawi seperti bekerja ataupun untuk umat. (*) //Rdw