JAKARTA,Plus62.co – Presiden Partai Buruh Said Iqbal secara terbuka menantang orang nomor satu dijawa barat Dedi Mulyadi (KDM) terkait dinamika yang berkembang menjelang dan selama aksi buruh tersebut.
Hal itu di sampaikan said dalam orasinya di hadapan ribuan massa buruh yang menggelar aksi demo di pintu selatan Monas Jakarta Pusat, Senin(29/30/2025).
Said meminta KDM tidak mencoba mengadu kekuatan dengan kaum buruh. Ia menegaskan buruh memiliki jutaan anggota yang siap turun langsung menyuarakan aspirasi.
“Saya tantang KDM jangan coba-coba adu nyali dengan buruh. Itu delapan juta pengikutnya, silakan bertemu dengan kami di sini,” kata Said dari atas mobil komando.
Said juga mengingatkan KDM dan para pendukungnya agar tidak melontarkan ancaman melalui media sosial. Menurutnya, narasi di media sosial kerap dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak memahami kondisi nyata kaum buruh.
“Enggak usah main sosmed-sosmedan, ini aing, itu aing. Itu orang-orang yang sudah dibayar. Jangan coba-coba adu nyali dengan buruh dan orang miskin. Kami sudah terbiasa hidup miskin, tertindas, dan dizalimi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Said menyatakan dirinya siap jika diserang atau dijadikan sasaran konten di media sosial. Ia bahkan mempersilakan KDM dan pengikutnya menjadikan dirinya sebagai bahan konten.
“Sampaikan ke KDM, silakan bikin konten tentang saya. Saya tantang KDM jangan coba-coba adu nyali dengan buruh. Mau bikin konten, silakan suruh pengikutnya menyerang saya,” ucapnya.
Diketahui, Dedi Mulyadi sebelumnya hanya menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) untuk 11 kabupaten/kota dari total 18 daerah yang mengajukan rekomendasi. Sementara itu, UMSK di tujuh kabupaten/kota lainnya dihapus.
Sebelum aksi di Jakarta, buruh di Jawa Barat telah lebih dulu menggelar serangkaian unjuk rasa terkait kebijakan UMSK tersebut. Massa buruh menegaskan akan terus melakukan aksi lanjutan jika pemerintah pusat tidak meminta Dedi Mulyadi mengembalikan UMSK Jawa Barat.
(Rdw)












