LEBAK, PLUS62CO – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya secara resmi meresmikan wajah baru Alun-alun Rangkasbitung usai menjalani proses revitalisasi total. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar 4,9 miliar dan diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus ruang publik utama bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Namun, pembangunan alun-alun tersebut memunculkan polemik di tengah masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah pelosok. Sejumlah warga menilai alokasi anggaran miliaran rupiah itu dinilai kurang tepat, mengingat masih banyak infrastruktur jalan di daerah Lebak yang mengalami kerusakan parah di berbagai kecamatan.
Keluhan salah satunya datang dari warga Kecamatan Sobang. Di wilayah tersebut, pembangunan jalan justru dilakukan secara mandiri melalui swadaya masyarakat.
“Di desa kami, jalan dibangun dengan dana iuran warga, tepatnya di Desa Majasari, Kecamatan Sobang. Selain desa kami, ada juga Desa Sukamaju yang melakukan hal sama karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan,” ujar seorang warga yang namanya enggan disebut (9/1/2026).
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Malingping. Akses menuju Kampung Sukaraja dan Kampung Gembrong, Desa Pageralan, disebut belum tersentuh pembangunan infrastruktur dari pemerintah daerah.
“Masih banyak jalan belum diaspal, masih banyak jembatan di perkampungan yang perlu dibangun. Alun-alun buat apa kalau jalanan hancur,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat lebih bijak dalam menentukan skala prioritas anggaran pada tahun-tahun mendatang, dengan menitikberatkan pada perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat pedesaan.
(Asd)






