JAKARTA, PLUS62CO — Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, mengeluarkan Surat Telegram bersifat segera kepada seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Korps Marinir TNI Angkatan Laut menjelang pergantian Tahun Baru 2026.
Dalam telegram tersebut, Pangkormar menginstruksikan agar pergantian tahun baru disambut melalui kegiatan doa bersama sebagai bentuk refleksi, rasa syukur, dan kepedulian sosial. Seluruh jajaran Korps Marinir diminta melaksanakan kegiatan tersebut secara khidmat dan sederhana.
Instruksi itu sekaligus menegaskan larangan perayaan malam Tahun Baru dengan kembang api, petasan, maupun bentuk perayaan lain yang bersifat hura-hura. Kebijakan ini diambil sebagai wujud empati dan kepekaan Korps Marinir terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Doa bersama dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam, (31/12/2025). Kegiatan diawali dengan Salat Isya berjamaah yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
Selain di lokasi terpusat, doa bersama juga dilaksanakan di masing-masing satuan Korps Marinir. Bagi prajurit dan PNS yang beragama selain Islam, kegiatan doa dilakukan di tempat ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
“Doa ini kami panjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas seluruh karunia dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa sepanjang tahun 2025. Secara khusus, doa juga kami tujukan bagi keselamatan, kekuatan, serta pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, termasuk prajurit Korps Marinir yang hingga saat ini masih bertugas di lapangan membantu penanganan bencana.”kata Pangkormar.
Dalam telegramnya, Pangkormar menekankan bahwa seluruh prajurit, PNS, serta keluarga besar Korps Marinir dilarang mengadakan maupun mengikuti perayaan Tahun Baru yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum. Larangan ini diharapkan menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian Korps Marinir terhadap para korban bencana yang masih membutuhkan perhatian bersama.












