Organda Kritik Terminal Bayangan dan BBM Subsidi - Plus62.co

Organda Kritik Terminal Bayangan dan BBM Subsidi

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) menilai persoalan transportasi darat nasional masih dikelola tanpa solusi menyeluruh. Isu terminal bayangan, BBM subsidi berbasis barcode, dan lemahnya koordinasi antarinstansi dinilai terus berulang.


Hal itu disampaikan dalam dialog DPP Organda dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya di Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga :  Tim Biliar PWI DKI Matangkan Persiapan, Siap Uji Tanding Lawan Kalsel


Sekretaris Jenderal DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengatakan maraknya terminal bayangan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pembangunan terminal resmi yang jauh dari pusat aktivitas masyarakat dan sulit diakses.
“Ketika terminal tidak ramah pengguna, praktik naik-turun penumpang di luar terminal menjadi pilihan,” kata Kurnia.

Baca Juga :  Klakson Telolet yang di Pasang di Truk dan Bus Dapat Mengganggu Sistem Pengereman


Organda juga mengkritik penerapan BBM subsidi berbasis barcode yang dinilai tidak sesuai dengan pola operasional angkutan umum, khususnya angkutan jarak jauh. Penetapan kuota harian BBM disebut tidak mencerminkan kebutuhan riil kendaraan.
Masalah tersebut diperparah dengan kerap kosongnya stok BBM subsidi di SPBU, sehingga kendaraan angkutan harus mengantre berjam-jam dan memicu keterlambatan layanan, terutama menjelang musim mudik.

Baca Juga :  Akses Jalan Row 47 PIK 1 Kapuk Muara Jakarta Utara Akan Segera di Buka


Organda menilai lemahnya koordinasi pusat dan daerah turut memperumit persoalan transportasi darat. Asosiasi angkutan kerap disalahkan, namun jarang dilibatkan dalam perumusan kebijakan.


Sebagai tindak lanjut, DPP Organda dan PWI Jaya berencana menggelar diskusi publik untuk mendorong kebijakan transportasi darat yang lebih realistis dan aplikatif.

Berita Terkait

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten
Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial
Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI
Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita
Jelang Pilkades Sontang 2026, Warga Soroti Netralitas Panitia, Pengawas dan Dugaan Mobilisasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB

Megapolitan

Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:25 WIB