Membaca Piramida Kapitalisme: Struktur Kelas dari Atas hingga Bawah - Plus62.co

Membaca Piramida Kapitalisme: Struktur Kelas dari Atas hingga Bawah

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Poster klasik Pyramid of Capitalist System menggambarkan wajah sistem kapitalisme dalam bentuk piramida sosial. Setiap lapisan menunjukkan peran kelas dalam menjaga sekaligus menopang struktur ekonomi dan kekuasaan.

  1. Puncak Piramida: Pemilik Modal dan Oligarki
    Di bagian paling atas terdapat simbol karung uang. Ini melambangkan pemilik modal besar: bankir, konglomerat, dan oligarki global. Mereka mengendalikan aliran modal, industri, serta kebijakan ekonomi. Dalam ilustrasi itu, uang digambarkan sebagai penguasa tertinggi, menandakan bahwa sistem berputar di sekitar kepentingan kapital.

2. Lapisan Elite Penguasa
Tepat di bawahnya berdiri raja, politisi, dan elite jas. Mereka digambarkan sebagai penguasa formal yang menjalankan negara dan kebijakan. Pesan yang disampaikan: kelas elite ini mengatur sistem, namun kekuatannya sangat dipengaruhi kepentingan modal dan ekonomi besar.

Baca Juga :  Pelajaran dari Kasus Epstein: Kekuasaan, Uang, dan Kerapuhan Sistem

3. Lapisan Pemuka Agama dan Praktisi Hukum
Pada tingkat berikutnya tampak figur pemuka agama dan aparat hukum. Mereka dilukiskan sebagai pihak yang memberi legitimasi moral dan legal bagi tatanan yang ada. Dalam kritik poster ini, agama dan hukum dipandang berperan menenangkan masyarakat serta menjaga stabilitas sistem.

4. Lapisan Militer dan Aparat Keamanan
Di bawahnya terdapat tentara bersenjata. Mereka digambarkan sebagai penjaga sistem ketika terjadi perlawanan. Fungsi militer dan aparat adalah menjaga ketertiban dan melindungi struktur kekuasaan dari gejolak sosial.

Baca Juga :  Ladusing itu kaya, Sangat kaya

5. Lapisan Kelas Kaya Penikmat Sistem
Selanjutnya terlihat kelompok kelas atas yang duduk di meja makan mewah. Mereka adalah pemilik bisnis, investor, dan kelas borjuis. Dalam ilustrasi, mereka menikmati hasil ekonomi tanpa terlibat langsung dalam produksi fisik. Pesannya: keuntungan terbesar dinikmati oleh segelintir orang.

6. Lapisan Pekerja dan Buruh
Di bagian bawah meja pesta, para buruh dan pekerja menopang seluruh struktur. Mereka bekerja di pabrik, ladang, dan sektor jasa. Tenaga merekalah yang menghasilkan barang dan layanan yang menggerakkan ekonomi. Namun, dalam kritik poster ini, mereka justru menerima bagian paling kecil dari hasil.

Baca Juga :  Opini : Merajut Kembali Hubungan Dosen dan Mahasiswa Melalui Dialog yang Setara

7. Dasar Piramida: Rakyat Miskin dan Tertindas
Lapisan paling bawah menampilkan rakyat miskin, anak-anak kelaparan, dan pekerja yang kelelahan. Mereka digambarkan sebagai kelompok paling rentan. Meski berada di posisi terbawah, merekalah yang secara nyata menopang seluruh sistem melalui kerja dan konsumsi.

Makna Keseluruhan
Poster ini bukan sekadar ilustrasi sosial, melainkan kritik tajam terhadap ketimpangan ekonomi. Pesan utamanya: piramida berdiri kokoh bukan karena kekuatan di atas, melainkan karena jutaan orang di bawah yang menopangnya.

Lebih dari seabad setelah dibuat, gambaran ini masih sering diperdebatkan sebagai refleksi tentang distribusi kekayaan, kekuasaan, dan keadilan dalam sistem ekonomi modern.

Berita Terkait

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo
Genovese: Mafia Paling Senyap yang Bertahan Lama di New York
Ladusing itu kaya, Sangat kaya
HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers
Pelajaran dari Kasus Epstein: Kekuasaan, Uang, dan Kerapuhan Sistem
Mental Ngaret Nasional
Perlindungan Wartawan: Antara Putusan MK dan Kenyataan
Refleksi HPN 2026 Pemberitaan Tentang Anak dalam Perspektif News-Making Criminology

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:51 WIB

Membaca Piramida Kapitalisme: Struktur Kelas dari Atas hingga Bawah

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WIB

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:47 WIB

Ladusing itu kaya, Sangat kaya

Senin, 9 Februari 2026 - 08:36 WIB

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:35 WIB

Pelajaran dari Kasus Epstein: Kekuasaan, Uang, dan Kerapuhan Sistem

Berita Terbaru

Sumber poto: google

Bisnis & Ekonomi

Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:33 WIB

Kisah

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:05 WIB

Bisnis & Ekonomi

Utang PLN Ratusan Triliun: Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:43 WIB

Megapolitan

Panitia HPN 2026 Apresiasi Dukungan Mitra PWI

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:04 WIB