Macet Parah di Kapuk Jakarta Barat, Pengendara Terjebak Macet hingga 2 Jam - Plus62.co

Macet Parah di Kapuk Jakarta Barat, Pengendara Terjebak Macet hingga 2 Jam

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Macet Parah di Kapuk Jakarta Barat, Pengendara Terjebak Macet hingga 2 Jam

Macet Parah di Kapuk Jakarta Barat, Pengendara Terjebak Macet hingga 2 Jam

Jakarta,plus62.co – Kemacetan parah terjadi di kawasan Kapuk, Jakarta Barat. Ratusan kendaraan terjebak macet di kapuk raya hingga mengular ke Jalan Kali Baru Timur pada Senin,(16/6/2025).

Pantauan di lapangan, kemacetan mulai terjadi sejak pukul 13.30 WIB dan semakin parah menjelang pukul 17.00 WIB. Sejumlah pengendara melaporkan terjebak dalam antrean lebih dari dua jam.

Penyebab utama kemacetan ini di duga berasal dari proyek pembangunan saluran air yang sedang berlangsung di kapuk raya, di tambah dengan meningkatnya volume kendaraan pada jam sibuk. Kondisi semakin memburuk karena tidak adanya petugas yang mengatur di beberapa titik rawan kemacetan.

Baca Juga :  Viral Pak Ogah Kuasai Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Pesing Jakbar, Barrier Dishub Dibuka Paksa



Salah satu pengendara, Iwan, yang terjebak dalam kemacetan, mengungkapkan, “Tiap hari macet ada galian got itu di Kapuk Raya, jadi macetnya kemana-mana. Gak ada petugas yang ngatur sih, di pertigaan atau memang pihak proyek tidak ada koordinasi sama petugas.”katanya (16/6/2025).

Iwan juga menambahkan bahwa jalan Kapuk Raya memang sudah sering macet walaupun tanpa adanya pekerjaan saluran air. Namun, kemacetan parah kali ini di duga akibat jalan yang menyempit karena aktivitas alat berat proyek tersebut.

Pihak terkait di harapkan segera melakukan pengaturan lalu lintas yang lebih baik dan koordinasi agar kemacetan di kapuk tidak terus berlanjut dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Komunitas Sopir Kobra: Kekecewaan Bukan Alasan Gantikan Merah Putih dengan Bendera Bajak Laut





(Rdw)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah
Yandri Nalle Kecam Pernyataan Bimo soal Camat Kresek: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Kamis, 3 September 2026 - 20:32 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi

Berita Terbaru