Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News, Jembatan Kasih bagi Umat - Plus62.co

Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News, Jembatan Kasih bagi Umat

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan

Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Uskup Surabaya Mgr Tri Budi Utomo, Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini dan Dubes RI Untuk Takhta  Suci Michael Trias Kuncahyono.

Dari kiri ke kanan Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Uskup Surabaya Mgr Tri Budi Utomo, Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini dan Dubes RI Untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono.

VATIKAN — Kabar sukacita datang dari jantung Gereja Katolik dunia. Bahasa Indonesia kini resmi digunakan dalam layanan , menjadikannya bahasa ke-57 yang hadir dalam kanal komunikasi Takhta Suci.

Langkah ini bukan sekadar penambahan bahasa. Ia menjadi tanda kehadiran kasih yang menjangkau umat lebih dekat—membawa suara Bapa Suci hadir dalam bahasa ibu, bahasa yang dipahami dengan hati.

Kesepakatan tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara perwakilan Indonesia dan di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan, Rabu (25/3).

Baca Juga :  Perkuat Silaturahmi, PWI Jakpus Audiensi dengan Camat Menteng

Wartawan Sonora melaporkan dari Roma, kerja sama ini membuka ruang baru bagi umat Indonesia untuk semakin merasakan kedekatan dengan Gereja universal. Pesan iman, harapan, dan kasih kini dapat diterima secara lebih utuh dan personal.

Penandatanganan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Komisi Komsos KWI Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, serta Duta Besar RI untuk Takhta Suci, .

Baca Juga :  Andi Nirwana: Merdeka Sejati Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Rakyat Sejahtera

Mgr. Agustinus menyebut momen ini sebagai lebih dari sekadar administrasi.

“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan identitas, dan jembatan iman yang menghubungkan Indonesia dengan Gereja universal,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran bahasa Indonesia menjadi wujud nyata pelayanan Gereja—menghadirkan Sabda dalam bahasa yang hidup di tengah umat.

Sementara itu, Prefek Dikasteri Komunikasi menekankan bahwa bahasa adalah sarana pelayanan kasih.

Baca Juga :  IKWI DKI Jakarta Gelar Silaturahmi Perdana di Luar Kota

Menurutnya, menjangkau umat dalam bahasa ibu adalah cara paling mendalam untuk menghadirkan pesan Injil—bukan hanya didengar, tetapi dirasakan.

Duta Besar Michael Trias Kuncahyono menyebut ini sebagai momen bersejarah bagi Indonesia, khususnya umat Katolik.

Di tengah dunia yang terus berubah, bahasa menjadi jembatan. Dan kini, bahasa Indonesia telah menjadi bagian dari jembatan kasih itu—menghubungkan jutaan umat dengan terang iman dari pusat Gereja Katolik dunia.

Berita Terkait

Munjirin Dampingi Pramono Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati
Halal Bihalal Heikal Safar Bersama Relawan DKI Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban
Halal Bihalal Heikal Safar Bersama Relawan DKI Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban
Kunjungan Humanis KSP Dudung ke Rumah RSB Jadi Perbincangan di Sulut
Rakerda Satpol PP se-Bali, Agung Endrawan: Utamakan Pencegahan dalam Deteksi Dini
Sengketa Informasi 6 Sudin Disidangkan, Majelis Soroti Legalitas dan Alur PPID
Wakil Wali Kota Jakpus Pimpin Penertiban Rumah Dinas PAM Jaya
Pemprov DKI Gelar Jakarta SOLID, Tekankan Peran Publik Tangkal Hoaks di Era AI

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:31 WIB

Munjirin Dampingi Pramono Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:53 WIB

Halal Bihalal Heikal Safar Bersama Relawan DKI Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:38 WIB

Halal Bihalal Heikal Safar Bersama Relawan DKI Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kunjungan Humanis KSP Dudung ke Rumah RSB Jadi Perbincangan di Sulut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:42 WIB

Rakerda Satpol PP se-Bali, Agung Endrawan: Utamakan Pencegahan dalam Deteksi Dini

Berita Terbaru