PLUS62CO, INTERNASIONAL — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Amerika Serikat harus mengambil alih Greenland demi kepentingan keamanan nasional. Menurut Trump, kawasan tersebut memiliki arti strategis yang semakin penting, terutama di tengah meningkatnya aktivitas negara-negara besar di wilayah Arktik.
Trump mengeklaim kapal-kapal milik Tiongkok dan Rusia kini berada di mana-mana di kawasan Arktik. Ia menilai situasi itu berpotensi mengancam kepentingan dan keamanan nasional Amerika Serikat jika tidak di antisipasi sejak dini.
Pernyataan kontroversial tersebut langsung memicu reaksi keras dari Tiongkok. Beijing menilai alasan yang di sampaikan Trump tidak berdasar dan sarat kepentingan politik semata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, secara tegas mengecam sikap Washington. Ia menuding Amerika Serikat sengaja menggunakan apa yang di sebut sebagai ‘ancaman Tiongkok’ sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi.”
Menurut Lin Jian, narasi ancaman yang terus di hembuskan AS hanya bertujuan membenarkan ambisi geopolitik dan memperluas pengaruhnya di kawasan strategis dunia, termasuk Arktik.
Sementara itu, Rusia memilih tidak memberikan tanggapan terbuka terkait pernyataan Trump. Moskow juga belum merespons ancaman penggunaan kekuatan militer untuk merebut Greenland, wilayah semi-otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.
Sikap bungkam Rusia di duga di pengaruhi oleh periode libur Natal Ortodoks yang tengah berlangsung. Namun, para pengamat menilai keheningan tersebut tidak serta-merta mencerminkan ketidakpedulian Moskow terhadap isu Greenland.
Secara geopolitik, Rusia memiliki kepentingan besar di kawasan Arktik. Negara tersebut menguasai sekitar 53 persen garis pantai Samudra Arktik, memiliki pusat industri energi, jalur strategis Rute Laut Utara, serta menjadi lokasi penangkal nuklir dan sejumlah pangkalan militer penting.






