Kolong Flyover Pesing Dibuka Pak Ogah Kembali Beraksi, Aparat Kok Seperti Tak Terlihat? - Plus62.co

Kolong Flyover Pesing Dibuka Pak Ogah Kembali Beraksi, Aparat Kok Seperti Tak Terlihat?

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,PLUS62.CO — Ada yang lucu di Perempatan Pesing, Jakarta Barat. Beton pembatas jalan dibuka, pak ogah kembali muncul mengatur kendaraan. Sementara aparat yang seharusnya mengawasi justru dipertanyakan keberadaannya.

Sebelumnya, akses tersebut sempat ditutup menggunakan beton pembatas jalan karena aktivitas pak ogah dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kini setelah akses kembali dibuka, aktivitas serupa terlihat lagi.

Baca Juga :  Anies Baswedan Hadiri Halal Bihalal Forum RT RW Jakarta Barat

“Ini beton pembatasnya yang dibuka atau pintu masuk pak ogah yang dibuka?” ujar pemerhati transportasi dengan nada menyindir.

Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian aparat terkait. Sebab, jika aktivitas yang sebelumnya sudah menjadi sorotan kembali terjadi setelah akses dibuka, publik wajar mempertanyakan efektivitas pengawasan di lapangan.

“Kalau aparat sudah menertibkan, kok bisa muncul lagi? Jangan-jangan pak ogah lebih cepat dapat informasi daripada petugas,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Derajat, Sopir RBPI yang Memperjuangkan Haknya dalam RUU PPRT

Ia menegaskan, pertanyaan publik bukan tanpa alasan. Jika keberadaan pak ogah memang mengganggu arus lalu lintas, seharusnya ada pengawasan dan penertiban yang konsisten.

“Jangan sampai masyarakat akhirnya bertanya-tanya: ini memang pengawasan yang lemah, atau ada yang sengaja membiarkan? Bahkan kalau perlu, publik berhak bertanya apakah ada ‘main mata’ di balik kembalinya aktivitas tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  PWI Jaya Genjot Partisipasi MHT Awards 2026, Hadirkan Kategori Khusus 500 Tahun Jakarta

Namun demikian, dugaan adanya permainan atau pembiaran tersebut perlu dibuktikan melalui pengawasan dan pemeriksaan aparat berwenang, bukan sekadar berdasarkan asumsi.

Pesing akhirnya punya teka-teki baru: beton pembatas sudah dibuka, pak ogah kembali beraksi, lalu siapa sebenarnya yang mengawasi?

Berita Terkait

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial
Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan
Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis
100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen
Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk
Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Berita Terbaru

Megapolitan

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Senin, 19 Okt 2026 - 15:17 WIB