KI DKI Luncurkan E-Monev 2026, 1.001 Badan Publik Diuji soal Keterbukaan Informasi - Plus62.co

KI DKI Luncurkan E-Monev 2026, 1.001 Badan Publik Diuji soal Keterbukaan Informasi

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PLUS62.CO — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta memulai Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2026 sekaligus meluncurkan aplikasi E-Monev mandiri.

Kick off E-Monev 2026 digelar di JB Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026), dan diresmikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat, Wakil Ketua KI DKI Jakarta Luqman Hakim Arifin, Ketua Bidang Kelembagaan Aang Muhdi Gozali, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Agus Wijayanto Nugroho, serta Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi (ESA) Ferid Nugroho.

Sejumlah perangkat daerah, BUMD, pemerintah kota dan kabupaten administrasi, serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta turut hadir.

Baca Juga :  Saluran Dipersempit Proyek PHB, Mangga Dua Raya Terendam Genangan

Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat mengatakan E-Monev 2026 menyasar 1.001 badan publik dalam 22 kategori.

Menurut Harry, peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan semakin besarnya perhatian badan publik terhadap keterbukaan informasi di Jakarta.

“Bukan hanya soal jumlah peserta. Yang lebih penting adalah kualitas partisipasi, termasuk pengembalian Self Assessment Questionnaire (SAQ) dan pemenuhan data dukung,” ujar Harry.

Perkuat Kemandirian KI DKI

Harry mengatakan peluncuran aplikasi E-Monev mandiri menjadi momentum penting bagi penguatan kemandirian kelembagaan KI DKI Jakarta.

Aplikasi tersebut diharapkan membuat proses monitoring dan evaluasi berjalan lebih efektif sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan badan publik di Jakarta.

Harry menegaskan penilaian E-Monev dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan integritas.

Penilaian didasarkan pada indikator yang telah ditetapkan, termasuk bukti dan data dukung yang disampaikan masing-masing badan publik.

Baca Juga :  Lurah Cengkareng Timur Tinjau Langsung Pengaspalan Dijalan Rusun BCI Yang Sempat Viral

“Tidak ada titipan kepada Komisi Informasi. Seluruh proses harus berjalan profesional, objektif, dan berintegritas,” tegasnya.

Bukan Sekadar Mengejar Predikat Informatif

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan Pemprov DKI berkomitmen memperkuat keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

“Semakin terbuka pemerintah, semakin besar ruang masyarakat untuk memberikan masukan, berpartisipasi, sekaligus melakukan pengawasan,” kata Marulina.

Menurut dia, E-Monev tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar predikat Informatif.

Evaluasi tersebut harus menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas tata kelola informasi sekaligus meningkatkan pelayanan publik.

Marulina mengatakan informasi yang disediakan badan publik harus akurat, mutakhir, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Prabowo Cabut Larangan Pengecer Menjual Gas LPG 3Kg

Peluncuran aplikasi E-Monev mandiri, kata dia, juga menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pelayanan informasi publik.

Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyampaian, pemantauan, dan evaluasi data menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan cepat.

Pengisian Berlangsung Sebulan

Proses pengisian E-Monev 2026 akan berlangsung sekitar satu bulan.

Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik di Jakarta.

KI DKI Jakarta juga merencanakan pemberian penghargaan kepada badan publik dengan kinerja terbaik pada Desember 2026.

Harry berharap E-Monev tidak berhenti pada pencapaian predikat Informatif.

Menurut dia, E-Monev harus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun budaya transparansi, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan memastikan keterbukaan informasi menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan.

Kunci Jakarta Terbuka, Jakarta Mendunia,” ujar Harry.

Berita Terkait

Pejabat DJBC Kembali Ditahan KPK, BCW: September Harus Jadi Momentum Evaluasi Serius Bea Cukai
CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara
Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030
Apresiasi Ekosistem Perumahan dengan 60 Umrah, Maruarar Sirait Siapkan 8 Rumah Subsidi pada IPBA XXI 2027
Tim Layar Kodaeral IV Raih Lima Medali di Kejurnas Series II Jakarta
BCW Kritik Rencana Layer Baru Cukai Rokok: Jangan Jadikan Kebijakan Fiskal sebagai Eksperimen
PWI Jaya Bersiap Gelar UKW Angkatan ke-66 pada Oktober
BCW Soroti Transparansi Cukai Rokok, Akan Uji Data Produksi hingga Penerimaan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

KI DKI Luncurkan E-Monev 2026, 1.001 Badan Publik Diuji soal Keterbukaan Informasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Pejabat DJBC Kembali Ditahan KPK, BCW: September Harus Jadi Momentum Evaluasi Serius Bea Cukai

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:26 WIB

CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:16 WIB

Tim Layar Kodaeral IV Raih Lima Medali di Kejurnas Series II Jakarta

Berita Terbaru

Megapolitan

CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara

Senin, 31 Agu 2026 - 21:26 WIB

TNI & Polri

Menembus Gambut, Tim Mabes TNI Padamkan Sisa Api Karhutla

Minggu, 30 Agu 2026 - 12:06 WIB