CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara - Plus62.co

CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PLUS62.CO – China National Building Material Group (CNBM) menjajaki investasi pembangunan dan pengembangan lumbung pangan terpadu atau food estate di Provinsi Maluku Utara.Penjajakan tersebut dibahas dalam Meeting Investasi Pembangunan dan Pengembangan Lumbung Pangan Terpadu di Provinsi Maluku Utara di Perwata Tower, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Pertemuan melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Tim Pangan Strategis Nasional, dunia usaha, serta mitra strategis dari Cina.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, President Director CNBM Zhang Guo Ming, Ketua Umum Indonesia-China Economic Cooperation Center Agung Laksono, dan sejumlah pejabat pemerintah hadir dalam pertemuan tersebut.

Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara Kadri La Etje. Perwakilan KADIN Indonesia, KADIN Maluku Utara, KADIN Halmahera Tengah, HKTI, Brigade Pangan Cendekia Indonesia, serta Tim Pangan Strategis Nasional juga mengikuti agenda tersebut.

Baca Juga :  APBN Rp11 Triliun untuk Rekening Massal, BCW: Jangan Cetak Rekening Dormant Baru

Berdasarkan surat undangan CNBM International Corporation tertanggal 24 Agustus 2026, pengembangan lumbung pangan terpadu akan membahas sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Pengembangan juga mencakup perikanan, infrastruktur pendukung, hilirisasi, penguatan kapasitas, serta teknologi.
Ketua Tim Pangan Strategis Food Estate Nasional Fendy Abdullah Hairin mengatakan Maluku Utara memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.
Menurut Fendy, potensi tersebut berasal dari sumber daya pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta kekayaan maritim yang dapat dikembangkan dalam satu ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

“Ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis demi kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Fendy.

Dorong Ekosistem Pangan Terintegrasi
Konsep investasi yang dibahas mengarah pada pembangunan ekosistem pangan terpadu. Produksi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan akan didukung infrastruktur, logistik, pengolahan hasil produksi, serta hilirisasi. Pengembangan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal.

Transfer teknologi juga menjadi bagian penting dalam penjajakan investasi. Teknologi agribisnis modern diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di daerah.

Baca Juga :  GPM Maluku Utara Desak KPK dan Kejagung Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Proyek Smelter dan PLTU di Halmahera Timur

Fendy mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan mitra internasional diperlukan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi Pentahelix ini mencakup komitmen kuat dalam menghadirkan investasi, teknologi modern, serta infrastruktur pendukung yang komprehensif bagi sektor kelautan, perikanan, dan pertanian di Maluku Utara,” kata dia.

85 Persen Pangan Masih Didatangkan dari Luar. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Dalam forum tersebut disebutkan sekitar 85 persen kebutuhan pangan Maluku Utara masih dipasok dari luar provinsi.
Kondisi itu dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun sistem pangan yang lebih mandiri.

Pembangunan lumbung pangan terpadu diharapkan dapat meningkatkan produksi lokal, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha.
Investasi Jadi Alternatif Pembiayaan
Pengembangan lumbung pangan juga dinilai strategis di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Baca Juga :  Wali Kota JakPus, Arifin Dampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Tinjau Bank Sampah dan Panen Sayur Hidroponik

Tim Pangan Strategis Nasional menilai pembangunan ketahanan pangan tidak harus sepenuhnya mengandalkan APBN dan APBD. Skema investasi dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk mempercepat pembangunan kawasan pangan terpadu.
Pertemuan dengan CNBM menjadi langkah awal penjajakan kerja sama tersebut.
Rencana tindak lanjut mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau MoU bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Peluncuran program investasi di Maluku Utara dan Halmahera Tengah juga direncanakan sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama.
Program tersebut diharapkan menjadi awal pembentukan kawasan lumbung pangan terpadu yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional, pengembangan kawasan ini ditargetkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, nelayan, peternak, pelaku usaha, dan masyarakat Maluku Utara.

Dengan dukungan investasi, teknologi, dan hilirisasi, Maluku Utara diharapkan tidak lagi hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat kekuatan pangan di kawasan timur Indonesia.

Berita Terkait

Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk
Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten
Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial
Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI
Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB