JAKARTA – Yayasan Rumah Pena Nusantara (YRPN) atau Rumah Pena Nusantara Foundation menggelar diskusi daring bertema “Bijak Bermedia Sosial di Era AI” yang diikuti 50 insan pers dan konten kreator dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Pembina YRPN, Amy Putu, yang menekankan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, insan pers dan konten kreator harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
“Insan pers dan para konten kreator harus memiliki literasi digital yang baik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” kata Amy.
Dalam diskusi tersebut, Amy juga mengingatkan pentingnya memverifikasi informasi, menghindari penyebaran hoaks, menjaga etika bermedia sosial, serta memanfaatkan AI untuk hal-hal yang produktif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.
Jurnalis Ifakta.co, Alex Sibti, mengapresiasi penyelenggaraan diskusi tersebut. Menurutnya, media sosial dapat membuka peluang membangun relasi dan memperoleh informasi, namun pengguna juga harus memiliki kesadaran diri agar tidak terjebak tekanan sosial.
“Penting bagi insan pers dan konten kreator memiliki self awareness saat menggunakan media sosial agar ruang digital tetap sehat dan produktif,” ujar Alex.






