Polemik Bantuan Pascatragedi Kalibata, Pedagang Kecil Menjerit - Plus62.co

Polemik Bantuan Pascatragedi Kalibata, Pedagang Kecil Menjerit

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Penyaluran bantuan pascatragedi Kalibata kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang kecil di kawasan kuliner seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata mengadu ke Polda soal pembagian dana bantuan kepolisian sebesar Rp440 juta yang disalurkan melalui koordinator pedagang.
Berdasarkan keterangan pedagang, dari 37 kios terdampak, hanya 21 yang benar-benar mengalami kerusakan akibat amuk massa pada 11 Desember 2025. Namun, bantuan justru dibagi merata, termasuk ke kios yang tidak terdampak. Akibatnya, pedagang yang benar-benar rugi hanya menerima belasan juta rupiah—jumlah yang jauh dari cukup menutup kerugian mereka.
Henny Maria, pemilik Steak Twogether, misalnya, mengaku rugi hingga Rp100 juta. Henny baru merelokasi dan merenovasi tempat usaha pada Juli 2025, mengganti konsep piring ke hotplate, dan membeli banyak peralatan dagang baru. “Ini tempat terbaik yang saya miliki selama tiga tahun membuka usaha di Kalibata,” kata Henny.
Pedagang menilai pembagian bantuan yang sama antara kios terdampak dan tidak terdampak kurang tepat. Mereka menekankan bantuan harus diprioritaskan bagi yang kehilangan tempat usaha dan seluruh aset dagangnya.
Sejumlah pedagang bahkan terpaksa gulung tikar karena modal tak cukup untuk kembali berjualan. Ada yang terpaksa berhutang agar bisa buka kembali, hal yang seharusnya tidak mereka alami.
Selain itu, pedagang menilai pemerintah daerah belum mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi persoalan ini. Mereka menilai pemerintah diam dan membiarkan konflik internal pedagang berlarut.
Pedagang Kalibata berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan, mengevaluasi pembagian bantuan, dan memberikan solusi konkret agar UMKM terdampak bisa kembali bangkit dan mencari nafkah secara layak.
Tragedi Kalibata kini tidak hanya meninggalkan luka fisik, trauma, dan kerugian ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan keadilan sosial yang belum terselesaikan.

Baca Juga :  Akses Jalan Row 47 PIK 1 Kapuk Muara Jakarta Utara Akan Segera di Buka

Berita Terkait

11,31 Kg Emas Hendak Dibawa ke Singapura, BCW: Telusuri Siapa Pemiliknya
Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional
BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur
Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?
Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar
Kodaeral IV Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Pelantikan Ulang PWI Kepri
Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng
Purbaya Dicopot, Bea Cukai Watch: Jangan Buru-buru Bernapas Lega

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:35 WIB

11,31 Kg Emas Hendak Dibawa ke Singapura, BCW: Telusuri Siapa Pemiliknya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:00 WIB

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 20:21 WIB

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Kamis, 24 September 2026 - 07:56 WIB

Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Kamis, 17 September 2026 - 19:42 WIB

Kodaeral IV Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Pelantikan Ulang PWI Kepri

Berita Terbaru

Megapolitan

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:21 WIB