JAKARTA – Langkah Prof Dr Hidayat Humaid, M.Pd menuju kursi Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2026–2030 kian mantap. Hidayat resmi mendaftarkan diri ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Rabu (31/12), dengan modal dukungan mayoritas cabang olahraga.
Pendaftaran berlangsung di Aula Lantai IV KONI DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hidayat hadir didampingi Ketua Tim Sukses Fatchul Anas bersama jajaran pendukung lintas cabang olahraga dan tokoh olahraga DKI Jakarta.
Sejumlah figur olahraga ikut mengantar pendaftaran tersebut, di antaranya Ketua Umum Pengprov Muaythai DKI Jakarta Prof Dr Hj Sylviana Murni, SH, M.Si, Ketua Persatuan Boling Indonesia (PBI) DKI Jakarta Roland Waworuntu, Komisaris Utama PAM Jaya H Prasetyo Edo Marsudi, SH, serta Ketua Umum IMI DKI Jakarta Anondo Eko.
Rombongan Hidayat Humaid diterima langsung Ketua TPP KONI DKI Jakarta, Aminullah, bersama jajaran tim penjaringan.
“Seluruh dokumen persyaratan calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2026–2030 atas nama Prof Dr Hidayat Humaid, M.Pd telah kami terima lengkap,” ujar Aminullah.
Ketua Tim Sukses Hidayat Humaid, Fatchul Anas, mengungkapkan kekuatan dukungan yang berhasil dikumpulkan sejak awal proses penjaringan. Dari total 85 anggota KONI DKI Jakarta, sebanyak 81 dinyatakan sah.
“Dari 81 anggota KONI DKI yang sah, Hidayat Humaid telah mengantongi 73 surat dukungan. Itu setara dengan 89,9 persen suara,” kata Fatchul Anas.
Capaian tersebut jauh melampaui ambang batas minimal dukungan yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Provinsi KONI DKI Jakarta 2025. Sesuai ketentuan, bakal calon Ketua Umum hanya diwajibkan mengantongi sedikitnya 20 persen atau 17 dukungan anggota sah KONI DKI Jakarta.
Aminullah menambahkan, selain dukungan organisasi, calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta harus memenuhi kriteria kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) KONI Pasal 27. Kriteria tersebut meliputi integritas, kapasitas manajerial, komitmen pembinaan olahraga prestasi, serta kemampuan menjadi pemersatu seluruh elemen olahraga.
Calon Ketua Umum juga dituntut memiliki visi luas dalam pengembangan olahraga prestasi serta mampu membangun sinergi dengan dunia usaha, instansi pemerintah, dan lembaga olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
Dari sisi administratif, seluruh persyaratan telah dipenuhi, mulai dari status domisili DKI Jakarta, latar belakang pendidikan minimal strata satu, pengalaman kepengurusan organisasi olahraga, hingga kelengkapan dokumen pendukung seperti SKCK, surat keterangan sehat, dan bebas narkoba.
“Seluruh persyaratan administrasi telah diserahkan langsung saat pendaftaran, dan salinan digital juga wajib dikirimkan ke alamat resmi TPP,” tegas Aminullah.
Dengan dukungan mayoritas sejak tahap awal penjaringan, Hidayat Humaid kini berada di posisi kuat dalam persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2026–2030.












