DLH kabupaten Tangerang Mulai Bersihkan Sampah Dibawah Jembatan Kali Dadap - Plus62.co

DLH kabupaten Tangerang Mulai Bersihkan Sampah Dibawah Jembatan Kali Dadap

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala dinas lingkungan kabupaten Tangerang hidup Ujat Sudrajat saat meninjau kegiatan pembersihan sampah kali dadap (Foto.Kbr)

Kepala dinas lingkungan kabupaten Tangerang hidup Ujat Sudrajat saat meninjau kegiatan pembersihan sampah kali dadap (Foto.Kbr)

TANGERANG , PLUS62CO — Tumpukan sampah di bawah Jembatan Kali Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang selama ini dikeluhkan warga mulai dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang. Pembersihan dilakukan pada Selasa malam (30/12/2025).

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas DLH terlihat mengangkut tumpukan sampah ke truk yang tersedia. Proses pembersihan sementara dilakukan secara manual karena keterbatasan alat di lapangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, S.Sos., M.T., mengatakan pembersihan manual bersifat sementara. Ia menyebutkan, pihaknya berencana menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

“Sementara kita manual dulu, nanti kita lihat besok. Besok rencananya kita turunkan alat berat di sini, karena kalau manual seperti ini cukup lama,” ujar Sudrajat.

Sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Kali Dadap didominasi limbah rumah tangga, terutama plastik. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir, terlebih saat curah hujan tinggi dan air laut pasang.

Baca Juga :  Warga Geruduk Pos Dishub di Parung Panjang, Protes Truk Tambang Beroperasi di Luar Jam Operasional


Menurut Sudrajat, sampah yang menumpuk di Kali Dadap tidak hanya berasal dari warga sekitar. Sebagian sampah diduga terbawa dari wilayah hulu dan terdorong oleh air rob hingga akhirnya mengendap di bawah jembatan.

“Dari hulu juga mungkin masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke kali, kemudian terdorong oleh rob sehingga menumpuk di sini,” katanya.

Sudrjat mengimbau, masyarakat Kabupaten Tangerang agar tidak lagi membuang sampah ke kali. Ia meminta peran aktif perangkat wilayah, mulai dari RT dan RW, untuk mengedukasi warga serta saling mengingatkan.

Baca Juga :  Viral Wisatawan di Hadang Usai Melewati Jembatan Bambu di Pantai Cerita Wajib Bayar 5 Ribu


“Kami mengimbau kepada masyarakat, termasuk perangkat RT dan RW, untuk mengedukasi warga agar tidak membuang sampah ke kali,” tuturnya.

Ia menambahkan, DLH Kabupaten Tangerang telah berulang kali melakukan pembersihan di Kali Dadap. Namun, tumpukan sampah masih kerap kembali ditemukan.

“Kalau sudah begini, seharusnya kita saling mengingatkan. Jangan ada lagi yang berpikir buang sampah ke kali nanti juga diangkut. Itu tidak baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Jaktim Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Kantor


(Rdw)

Berita Terkait

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:50 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB