TANGERANG , PLUS62CO — Tumpukan sampah di bawah Jembatan Kali Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang selama ini dikeluhkan warga mulai dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang. Pembersihan dilakukan pada Selasa malam (30/12/2025).
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas DLH terlihat mengangkut tumpukan sampah ke truk yang tersedia. Proses pembersihan sementara dilakukan secara manual karena keterbatasan alat di lapangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, S.Sos., M.T., mengatakan pembersihan manual bersifat sementara. Ia menyebutkan, pihaknya berencana menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.
“Sementara kita manual dulu, nanti kita lihat besok. Besok rencananya kita turunkan alat berat di sini, karena kalau manual seperti ini cukup lama,” ujar Sudrajat.
Sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Kali Dadap didominasi limbah rumah tangga, terutama plastik. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir, terlebih saat curah hujan tinggi dan air laut pasang.

Menurut Sudrajat, sampah yang menumpuk di Kali Dadap tidak hanya berasal dari warga sekitar. Sebagian sampah diduga terbawa dari wilayah hulu dan terdorong oleh air rob hingga akhirnya mengendap di bawah jembatan.
“Dari hulu juga mungkin masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke kali, kemudian terdorong oleh rob sehingga menumpuk di sini,” katanya.
Sudrjat mengimbau, masyarakat Kabupaten Tangerang agar tidak lagi membuang sampah ke kali. Ia meminta peran aktif perangkat wilayah, mulai dari RT dan RW, untuk mengedukasi warga serta saling mengingatkan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, termasuk perangkat RT dan RW, untuk mengedukasi warga agar tidak membuang sampah ke kali,” tuturnya.
Ia menambahkan, DLH Kabupaten Tangerang telah berulang kali melakukan pembersihan di Kali Dadap. Namun, tumpukan sampah masih kerap kembali ditemukan.
“Kalau sudah begini, seharusnya kita saling mengingatkan. Jangan ada lagi yang berpikir buang sampah ke kali nanti juga diangkut. Itu tidak baik,” ujarnya.
(Rdw)












