JAKARTA,Plus62.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh dari berbagai daerah dalam upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.
Dasar pemberian gelar tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tanggal 6 November 2025, sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa-jasa luar biasa para tokoh dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Dalam upacara yang berlangsung penuh khidmat, Presiden Prabowo secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa, yakni:
- K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dari Provinsi Jawa Timur — Pahlawan di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan toleransi antarumat beragama.
- Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, dari Provinsi Jawa Tengah — Pahlawan di bidang perjuangan. Presiden ke-2 RI ini dikenal sebagai Bapak Pembangunan yang memimpin Indonesia menuju kemajuan melalui program REPELITA, termasuk swasembada beras dan pengentasan kemiskinan yang diakui dunia internasional.
- Marsinah, dari Provinsi Jawa Timur — Pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Marsinah menjadi simbol keberanian moral buruh perempuan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
- Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, dari Provinsi Jawa Barat — Pahlawan di bidang hukum dan politik. Ia dikenal sebagai perumus konsep Negara Kepulauan yang menjadi dasar Deklarasi Djuanda dan diakui dalam hukum laut internasional.
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, dari Provinsi Sumatera Barat — Pahlawan di bidang pendidikan Islam. Tokoh perempuan ulama dan pendidik ini dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia dan Asia Tenggara.
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, dari Provinsi Jawa Tengah — Pahlawan di bidang perjuangan bersenjata. Ia tercatat sebagai pejuang militer dalam masa Revolusi Kemerdekaan dan dikenal atas keteguhan dan kedisiplinannya dalam membela negara.
- Sultan Muhammad Salahuddin, dari Provinsi Nusa Tenggara Barat — Pahlawan di bidang pendidikan dan diplomasi. Sultan Bima ini berjasa dalam pembangunan infrastruktur dan pendidikan di wilayahnya, serta memperkuat diplomasi lokal pada masa kolonial.
- Syaikhona Muhammad Kholil, dari Provinsi Jawa Timur — Pahlawan di bidang pendidikan Islam. Ulama besar asal Bangkalan ini dikenal sebagai guru para pendiri Nahdlatul Ulama dan penggagas semangat “Hubbul Wathan Minal Iman” (Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman).
- Tuan Rondahaim Saragih, dari Provinsi Sumatera Utara — Pahlawan di bidang perjuangan bersenjata. Dikenal sebagai “Napoleon dari Batak”, ia memimpin perlawanan rakyat Simalungun terhadap kolonial Belanda dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
- Zainal Abidin Syah, dari Provinsi Maluku Utara — Pahlawan di bidang politik dan diplomasi. Ia berperan penting dalam memperjuangkan integrasi wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam suasana haru dan penuh kebanggaan, para ahli waris hadir menerima piagam dan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menyerahkan secara langsung tanda jasa kepada masing-masing ahli waris sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan para pahlawan bagi bangsa dan negara.
Upacara penganugerahan ditutup dengan ucapan selamat dari Presiden Prabowo, diikuti para tamu undangan kepada keluarga penerima gelar. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga tinggi negara, menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, tokoh organisasi keagamaan, perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi.
Penganugerahan ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kepahlawanan, sebagaimana pesan Presiden Prabowo dalam sambutannya:
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Mereka telah menyalakan api perjuangan yang harus terus kita jaga, demi Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.”






