Afo Lim melalui Foss Group Luncurkan Foodtray TKDN 100%, SNI, dan Bersertifikat Sucofindo untuk Dukung Program Makan Gratis Bergizi - Plus62.co

Afo Lim melalui Foss Group Luncurkan Foodtray TKDN 100%, SNI, dan Bersertifikat Sucofindo untuk Dukung Program Makan Gratis Bergizi

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 9 Agustus 2025 – Afo Lim, pengusaha nasional melalui Foss Group, resmi meluncurkan foodtray dengan jaminan 100% produk dalam negeri. Foodtray ini dibuat menggunakan bahan SUS 304 berkualitas tinggi dari Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 100%, mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI), terdaftar di E-Katalog, dan bersertifikat Sucofindo.

Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan Foss Group terhadap program makan gratis bergizi yang tengah digalakkan oleh Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk pelaku usaha di sektor penyedia peralatan makan.

Baca Juga :  Menjemput Panggilan Ilahi: MB Tour & Travel Resmi Hadir di Belitung

Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI), Dr. Chandra Setiadji, S.H., M.H., yang akrab disapa Andy, mengapresiasi terobosan ini. Menurutnya, kehadiran foodtray buatan dalam negeri berbahan SUS 304 merupakan terobosan penting untuk mendukung kesehatan dan higienitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.

“Afo Lim dan Foss Group telah membantu negara menciptakan lapangan kerja sekaligus memberikan alternatif berkualitas tinggi untuk foodtray. TKDN 100% ini menjadi yang pertama di Indonesia. Selama ini banyak produk foodtray masih diimpor dan tidak menggunakan SUS 304, yang rentan berkarat hanya dalam beberapa bulan, sehingga merugikan masyarakat,” ujar Andy.

Ia menegaskan bahwa misi Presiden Prabowo untuk mencerdaskan bangsa melalui pemberian makanan bergizi gratis harus didukung penuh oleh sektor swasta.

“Peralatan makan yang higienis dan bebas dari bahan berbahaya adalah faktor penting dalam memastikan makanan bergizi yang disajikan kepada rakyat. Oleh karena itu, saya merekomendasikan pemerintah untuk mempertimbangkan kerjasama dengan produsen dalam negeri seperti Foss Group,” tambahnya.

Dengan peluncuran ini, Foss Group menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional sekaligus memperkuat industri manufaktur dalam negeri. Produk foodtray ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi peralatan makan yang digunakan dalam program-program pemerintah maupun sektor swasta.

Baca Juga :  Kenapa Duit 100 Ribu Terasa Lebih Berharga Kalau di Dompet daripada di Rekening?

Tentang Foss Group
Foss Group adalah grup usaha nasional yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari ekspor hasil laut, konstruksi akuakultur, pertambangan, industri makanan dan minuman, hingga manufaktur. Di bawah kepemimpinan Afo Lim, Foss Group berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Zero ODOL Dinilai Merugikan, Ratusan Sopir Truk di Kalbar Lakukan Aksi Damai

Berita Terkait

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola
Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda
Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan
Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset
Utang PLN Ratusan Triliun: Siapa yang Diuntungkan?
Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara
Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:21 WIB

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:35 WIB

Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:19 WIB

Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:39 WIB

Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:33 WIB

Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset

Berita Terbaru

Megapolitan

Safari Syawal Jaktim, Pemkot Jaga Harmoni dengan Tokoh Agama

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:03 WIB

Megapolitan

Aturan Ada, Penindakan Nihil: Parkir Liar Jakpus Disorot

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:56 WIB