Uya Kuya Maafkan Lansia Terduga Penjarahan, Tempuh Restorative Justice - Plus62.co

Uya Kuya Maafkan Lansia Terduga Penjarahan, Tempuh Restorative Justice

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uya Kuya (dok.istimewa)

Uya Kuya (dok.istimewa)

JAKARTA,plus62.co – Artis sekaligus Anggota DPR RI, Uya Kuya, memaafkan seorang lansia yang diduga mengambil barang di rumahnya saat terjadi kericuhan demo di Jakarta (29/8/2025). Melalui Polres Jakarta Timur, Uya memilih menempuh restorative justice terhadap pelaku.

“Tadi ada ibu-ibu yang terduga mengambil barang di rumah saya. Tapi saya sudah mengajukan restorative justice, saya maafkan,” ujar Uya,(3/9/2025).

Uya mengaku hingga kini belum sempat melihat kondisi rumahnya yang menjadi korban penjarahan saat demo ricuh. Ia menegaskan bahwa pada saat kejadian, dirinya berada di Jakarta.

Baca Juga :  Nafa Urbach Kembali Menyampaikan Permintaan Maaf Di Tengah Gelombang Demo di DPR


“Saya belum melihat kondisi rumah. Saya ada di Indonesia, di Jakarta, demi Allah sampai sekarang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Uya menegaskan bahwa dirinya hanya menjadi korban hoaks. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan percaya fitnah, jangan percaya hoaks lagi. Saya korban hoaks,” tutupnya.

Diketahui, Uya Kuya telah dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI. Surat penonaktifan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi. Keputusan ini diambil karena sikap dan pernyataan Uya dinilai mencederai perasaan rakyat serta memperkeruh situasi.

Baca Juga :  Kapolri Minta Maaf soal Ojol Tewas Diduga Dilindas Taktis Brimob Saat Demo Buruh Ricuh di DPR


Peristiwa kericuhan demo kemarin berdampak luas pada sejumlah publik figur. Selain Uya Kuya, beberapa artis dan tokoh publik lainnya juga menjadi korban penjarahan, di antaranya Eko Patrio, Ahmad Sahroni, dan Nafa Urbach.




Baca Juga :  Rakyat Dirampok Minyak Goreng, Pemerintah Kemana?


(Rdw)

Berita Terkait

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten
Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial
Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI
Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita
Jelang Pilkades Sontang 2026, Warga Soroti Netralitas Panitia, Pengawas dan Dugaan Mobilisasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB

Megapolitan

Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:25 WIB