Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo - Plus62.co

Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Tokoh muda Aceh, Zam Zam Mubarak, menilai historiografi Nusantara selama ini terlalu berfokus pada wilayah pesisir dan kerajaan besar, sementara kawasan pedalaman yang menyimpan jejak peradaban awal kerap terpinggirkan. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Aceh Gayo.


Zam Zam menjelaskan, sejak abad ke-10 M, Gayo di sekitar Danau Laut Tawar telah menunjukkan peradaban mapan dengan sistem sosial, kosmologi leluhur, teknologi pertanian, dan struktur kekuasaan lokal.

Baca Juga :  Cengkareng: Dari Nama Pohon ke Kekuasaan Tuan Tanah Cina

Menurutnya, pelabelan Gayo sebagai wilayah pinggiran Aceh menutup fakta bahwa daerah ini adalah salah satu simpul awal Nusantara.

Baca Juga :  Sundaland, dan Kebenaran yang Tak Pernah Sederhana


Ia juga menyoroti kesamaan budaya antara Gayo dan wilayah Danau Toba di Sumatera Utara, termasuk tradisi megalitik, simbol lingga, dan struktur marga, yang menunjukkan adanya migrasi dan percampuran manusia lintas generasi.

Zam Zam menyinggung hipotesis bahwa sebagian leluhur Batak memiliki akar dari Gayo, menekankan bahwa ini adalah temuan historis, bukan klaim politis.

Baca Juga :  Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah


Zam Zam menegaskan bahwa pengakuan terhadap peran Aceh Gayo bukan ancaman terhadap identitas mana pun, melainkan langkah penting untuk melengkapi narasi sejarah Nusantara.

“Aceh Gayo adalah fondasi sunyi Nusantara, dan sudah saatnya fondasi itu diangkat ke permukaan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk
Sundaland, dan Kebenaran yang Tak Pernah Sederhana
Arca Domas: Dua Titik Sakral Dunia
Cengkareng: Dari Nama Pohon ke Kekuasaan Tuan Tanah Cina
Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa
Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian
Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah
Simón Bolívar, El Libertador

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:34 WIB

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:21 WIB

Sundaland, dan Kebenaran yang Tak Pernah Sederhana

Senin, 2 Februari 2026 - 18:23 WIB

Arca Domas: Dua Titik Sakral Dunia

Senin, 2 Februari 2026 - 11:17 WIB

Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:24 WIB

Cengkareng: Dari Nama Pohon ke Kekuasaan Tuan Tanah Cina

Berita Terbaru

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB

Bisnis & Ekonomi

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Minggu, 8 Feb 2026 - 08:59 WIB