Tarekat: Jalan Spiritual Kaum Sufi dan Jejak Perjuangan Melawan Penjajah - Plus62.co

Tarekat: Jalan Spiritual Kaum Sufi dan Jejak Perjuangan Melawan Penjajah

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

History — Tarekat dalam Islam merupakan jalan spiritual yang ditempuh kaum sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui pembinaan batin dan akhlak. Ia bukan aliran kepercayaan baru, melainkan metode tasawuf yang berakar kuat pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.


Kaum sufi adalah pelaku jalan tersebut. Mereka menempuh laku spiritual dengan disiplin zikir, riyadhah, serta penjagaan adab. Sementara tarekat berfungsi sebagai sistem dan metode agar perjalanan batin kaum sufi terarah, terjaga, dan tidak menyimpang dari syariat.


Dalam sejarah Nusantara, tarekat tidak berhenti sebagai praktik keagamaan personal. Di era penjajahan, jaringan tarekat menjelma menjadi kekuatan sunyi yang membangun ketahanan mental umat di tengah penindasan politik, ekonomi, dan budaya oleh kekuasaan kolonial.

Baca Juga :  PWI Jakarta Barat Sembelih Tiga Kambing dalam Kegiatan Kurban di Tengah Pemukiman Warga


Ikatan guru dan murid dalam tarekat melahirkan solidaritas yang kuat. Bai’at dan adab mempertautkan umat lintas daerah tanpa struktur politik formal. Pola inilah yang membuat tarekat tumbuh sebagai jaringan sosial yang sulit dikendalikan penjajah.
Pandangan kolonial terhadap tarekat

tercermin dalam catatan Christiaan Snouck Hurgronje, penasihat utama pemerintah Hindia Belanda. Ia menilai bahwa agama menjadi ancaman ketika melampaui ruang ritual pribadi.

Selama rakyat hanya beribadah, mereka tidak berbahaya. Tetapi ketika mereka tunduk kepada guru agama dan ikatan tarekat, di situlah ancaman bagi pemerintah,” tulis Snouck dalam analisisnya.

Baca Juga :  Kementerian Agama Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh pada 6 Juni 2025

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kolonialisme tidak takut pada ibadah, melainkan pada agama yang hidup dan mengikat secara sosial melalui tarekat.
Karena itu, pemerintah kolonial memilih strategi pengawasan dan penindasan terhadap tarekat.

Majelis zikir diawasi, para mursyid diasingkan, dan jaringan ulama diputus dari pusat-pusat keilmuan Islam. Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil meredam pengaruh tarekat.


Sejumlah ulama sufi tercatat tampil di garis depan perlawanan. Syekh Yusuf al-Makassari, seorang sufi tarekat Khalwatiyah, terlibat perlawanan terhadap VOC di Banten hingga akhirnya diasingkan ke Sri Lanka dan Afrika Selatan. Di Aceh dan wilayah lain, jaringan tarekat menopang perlawanan panjang terhadap kolonial Belanda.

Baca Juga :  Wujudkan Sinergi Kemanfaatan Kurban, Bakrie Amanah Tebar 440 Hewan Kurban


Bagi umat Islam, tarekat adalah jalan pembinaan iman dan akhlak. Namun bagi penjajah, tarekat dipandang sebagai sumber keberanian dan militansi moral. Perbedaan sudut pandang ini menegaskan bahwa penjajahan takut pada spiritualitas yang melahirkan kesadaran dan keberanian kolektif.


Hingga kini, tarekat tetap hidup sebagai jalan spiritual kaum sufi. Meski konteks perjuangannya berubah, semangatnya tetap sama: menjaga martabat manusia, memperbaiki akhlak, dan melawan ketidakadilan dengan kekuatan batin.


Sejarah mencatat, tarekat bukan pelarian dari realitas. Ia adalah jalan spiritual yang pada masanya melahirkan perlawanan, dan hingga kini tetap menjaga nurani bangsa.

ŵ

Berita Terkait

Sunda Wiwitan, Keyakinan Sunyi dari Tanah Parahyangan
Ponpes Al Bushaeriyyah Peringati Milad Ke-4 Teguhkan Spirit Aswaja
RW 011 Rojali Kembali Gelar Pengajian Bulanan, Ketua RT dan Pengurus Kompak Hadir
Wujudkan Sinergi Kemanfaatan Kurban, Bakrie Amanah Tebar 440 Hewan Kurban
PWI Jakarta Barat Sembelih Tiga Kambing dalam Kegiatan Kurban di Tengah Pemukiman Warga
Kementerian Agama Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh pada 6 Juni 2025

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:53 WIB

Tarekat: Jalan Spiritual Kaum Sufi dan Jejak Perjuangan Melawan Penjajah

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:55 WIB

Sunda Wiwitan, Keyakinan Sunyi dari Tanah Parahyangan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:43 WIB

Ponpes Al Bushaeriyyah Peringati Milad Ke-4 Teguhkan Spirit Aswaja

Senin, 29 Desember 2025 - 22:23 WIB

RW 011 Rojali Kembali Gelar Pengajian Bulanan, Ketua RT dan Pengurus Kompak Hadir

Sabtu, 7 Juni 2025 - 15:26 WIB

Wujudkan Sinergi Kemanfaatan Kurban, Bakrie Amanah Tebar 440 Hewan Kurban

Berita Terbaru

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB