Simón Bolívar, El Libertador - plus62news

Simón Bolívar, El Libertador

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Jaya Suprana
Nama Venezuela kembali ramai disebut. Bukan karena minyak. Bukan pula karena sepak bola. Melainkan oleh peristiwa politik yang mengundang decak: penangkapan Presiden Venezuela dan istrinya oleh Presiden Amerika Serikat—ironisnya, bukan di Washington DC, melainkan di Caracas.


Di balik hiruk-pikuk itu, ada satu hal menarik yang kerap luput diperhatikan. Nama resmi negara tersebut bukan sekadar Venezuela. Lengkapnya: República Bolivariana de Venezuela—Republik Bolivarian Venezuela.
Mengapa ada kata Bolivariana?
Jawabannya membawa kita pada satu nama besar dalam sejarah Amerika Latin: Simón Bolívar.


Sejak 1999, Venezuela secara resmi menambahkan nama Bolívar ke dalam identitas negaranya. Presiden Hugo Chávez yang mengesahkannya. Tujuannya jelas: menghidupkan kembali nasionalisme dan menegaskan warisan sejarah. Bolívar bukan sekadar pahlawan. Ia adalah simbol pembebasan.

Baca Juga :  Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang


Simón Bolívar lahir di Caracas pada 24 Juli 1783. Ia wafat di Santa Marta, Kolombia, pada 17 Desember 1830. Dalam rentang hidupnya yang relatif singkat, ia memimpin perjuangan kemerdekaan melawan Kerajaan Spanyol di sebagian besar Amerika Selatan.
Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, hingga Panama—semuanya disentuh oleh jejak perjuangannya. Karena itulah ia dijuluki El Libertador: Sang Pembebas.


Nama lengkapnya nyaris sepanjang paragraf: Simón José Antonio de la Santísima Trinidad Bolívar Ponte y Palacios Blanco. Sejarah kemudian memilih cara yang lebih praktis: cukup Simón Bolívar.


Tak banyak tokoh dunia yang pernah menjadi presiden di empat negara berbeda. Bolívar melakukannya. Venezuela, Kolombia, Peru, dan Bolivia. Bahkan menurut catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), rekor itu belum tertandingi hingga kini.

Baca Juga :  Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah


Menariknya, Bolívar bukan pribumi Amerika Selatan. Ia berasal dari keluarga Criollo—keturunan Spanyol yang lahir dan besar di tanah jajahan. Kakek buyutnya bangsawan Spanyol. Ibunya pun berasal dari keluarga ningrat.


Namun cinta pada tanah kelahiran tak selalu ditentukan oleh garis darah.
Bolívar memilih memimpin perlawanan terhadap Spanyol. Ia mengorbankan harta, tenaga, dan hidupnya demi kemerdekaan wilayah-wilayah yang ia anggap sebagai tanah air. Di Amerika Selatan, ia dikenang sebagai pahlawan. Di Spanyol, ia dicap pengkhianat.
Dua sudut pandang. Satu tokoh.
Bagi kerajaan kolonial, Bolívar adalah pemberontak berbahaya. Sosok yang meruntuhkan kekuasaan dan kepentingan imperium. Tak heran jika Spanyol lama menolak mengakui kemerdekaan negara-negara yang dibebaskannya.
Sejarah memang kerap bergantung pada posisi berdiri.

Baca Juga :  Durmogati, Laku Plonga-Plongo


Indonesia mengenal paradoks serupa. Raymond Westerling, perwira Belanda yang ditugaskan merebut kembali Hindia Belanda pasca-Proklamasi 1945. Di Indonesia, namanya identik dengan pembantaian dan kejahatan perang di Sulawesi Selatan.
Di Belanda, Westerling justru menerima tanda jasa.
Pahlawan bagi satu pihak, penjahat bagi pihak lain.
Begitulah Simón Bolívar dalam cermin sejarah. Dan mungkin karena itulah Venezuela merasa perlu mengabadikan namanya di jantung identitas negara: Bolivarian—sebuah sikap, bukan sekadar nama.

Berita Terkait

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa
Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian
Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat Jeritan Sunyi dari Kali Tersakiti
Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:51 WIB

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:25 WIB

Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:03 WIB

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:19 WIB

Simón Bolívar, El Libertador

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Berita Terbaru

News

Syekh Subachir dan Penjinakan Tanah Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 11:19 WIB

Sejarah & Arkeologi

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:51 WIB

Sumber foto ResearchGate

Sejarah & Arkeologi

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:03 WIB