Aceh Selatan — Kepolisian Resor Aceh Selatan menyemprot sejumlah ruas jalan protokol dan jalan lintas menggunakan water cannon, Kamis (8/1/2026). Penyemprotan dilakukan untuk mengurangi debu sisa banjir yang muncul akibat lumpur mengering di badan jalan.
Debu beterbangan saat kendaraan melintas dan dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah titik dengan lalu lintas padat.
Pembersihan jalan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Polri menargetkan jalur utama dan kawasan aktivitas warga agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Kepala Satuan Sabhara Polres Aceh Selatan mengatakan penyemprotan jalan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pascabanjir.
“Pembersihan ini dilakukan untuk menekan debu dari lumpur kering agar aktivitas warga lebih aman dan nyaman,” katanya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan petugas kesehatan Polri. Debu pascabanjir berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
“Debu yang terhirup secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA,” ujarnya.
Polri mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak kesehatan pascabanjir. Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga daya tahan tubuh.
Penyemprotan jalan menggunakan water cannon akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Polres Aceh Selatan menegaskan kehadiran Polri tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.






