Menjaga Damai di Rumah Ibadah: Warga Berharap GPdI Rusun Daan Mogot Dihentikan Sementara - Plus62.co

Menjaga Damai di Rumah Ibadah: Warga Berharap GPdI Rusun Daan Mogot Dihentikan Sementara

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan di GPdI Rusun Daan Mogot sebaiknya dihentikan dahulu untuk menghindari kericuhan di antara warga,” ujar Pendeta Decki Levian pada Rabu (18/6/2025).

Kegiatan di GPdI Rusun Daan Mogot sebaiknya dihentikan dahulu untuk menghindari kericuhan di antara warga,” ujar Pendeta Decki Levian pada Rabu (18/6/2025).

Jakarta — Situasi yang berkembang di lingkungan Gereja Protestan di Indonesia (GPdI) Rusun Daan Mogot (Pesakih), Jakarta Barat, telah membawa sejumlah warga dan jemaat untuk mengambil langkah sementara demi menjaga kenyamanan bersama. Kegiatan ibadah di lokasi tersebut kini dinonaktifkan sementara atas pertimbangan kondusivitas lingkungan.

Selama ini, ibadah GPdI dilangsungkan di Ruang Serbaguna, Blok B, Lantai Dasar, Rusun Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dengan fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola rusun.

    Baca Juga :  Kelurahan Bungur Bongkar Bangli di Atas Saluran Air

    Pendeta Decki Levian menyampaikan bahwa para jemaat sejatinya tetap ingin menjalankan ibadah seperti biasa. Namun, dalam semangat damai dan kasih Kristiani, keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan ibadah diambil guna menghindari potensi kericuhan yang bisa memicu ketidaknyamanan bagi penghuni rusun lainnya.

    “Kegiatan di GPdI Rusun Daan Mogot sebaiknya dihentikan dahulu untuk menghindari kericuhan di antara warga,” ujar Pendeta Decki Levian pada Rabu (18/6/2025).

    Senada dengan suaminya, Paula—istri Pendeta Decki—menyatakan dukungannya atas keputusan tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menempuh jalur hukum atas tuduhan tak berdasar yang diarahkan kepadanya.

    “Sebaiknya kegiatan GPdI di Rusun Daan Mogot dihentikan sambil menunggu proses hukum yang sedang berjalan,” tutur Paula.

    Seorang warga sekaligus jemaat GPdI Rusun Daan Mogot, menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Pendeta Decki Levian. Ia menyayangkan kehadiran pendeta dan jemaat dari luar rusun yang menurutnya tidak sesuai dengan tujuan awal penyediaan fasilitas tersebut.

    Baca Juga :  Aspal Baru Cepat Rusak, Warga Keluhkan Jalan AM Sangaji

    “Kepemimpinan Pendeta Decki Levian masih sah dan memiliki surat. Kenapa harus digantikan oleh pendeta dari luar, beserta jemaat yang juga bukan penghuni rusun?” ujarnya.

    Baca Juga :  PWI Pusat Tempuh Langkah Hukum, Berkas Sengketa Diserahkan ke Polres Jakpus

    Warga berharap pihak pengelola Rusun Daan Mogot dapat lebih bijaksana dalam menyikapi situasi ini, dan untuk sementara menghentikan kegiatan ibadah yang didominasi oleh peserta dari luar lingkungan rusun. Langkah ini dianggap penting guna mencegah gesekan sosial dan menjaga ketentraman seluruh penghuni.

    Berita Terkait

    Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk
    Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
    Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
    UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten
    Rumah Pena Foundation Dorong Pelajar SMAN 84 Bijak Bermedia Sosial
    Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI
    Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
    Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita

    Berita Terkait

    Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

    Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk

    Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

    Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

    Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

    Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

    Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

    UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

    Senin, 5 Oktober 2026 - 19:37 WIB

    Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI

    Berita Terbaru

    Megapolitan

    Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

    Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

    Megapolitan

    UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

    Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB