Klakson Telolet yang di Pasang di Truk dan Bus Dapat Mengganggu Sistem Pengereman - Plus62.co

Klakson Telolet yang di Pasang di Truk dan Bus Dapat Mengganggu Sistem Pengereman

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Pusat mendatangi salah satu toko penjual klakson

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Pusat mendatangi salah satu toko penjual klakson "telolet" yang berada di kawasan pusat perbelanjaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran,dok TMC Polda Metrojaya

JAKARTA,plus62.co – Klakson telolet yang belakangan ini tengah menjadi tren di kalangan pengemudi yang identik dipasang pada kendaraan besar seperti bus dan truk. Namun, siapa sangka di balik khas suaranya, klakson telolet ternyata berpotensi mengganggu sistem pengereman kendaraan.

“Klakson Basuri (Telolet) yang bisa memicu dampak kecelakaan karena berpengaruh pada sistem pengereman,”kata akun X TMC Polda Metrojaya,(10/7/2025).

Baca Juga :  Prabowo Pimpin Upacara Gelar Kehormatan Militer, Tepis Anggapan Strategi Defensif Tak Bisa Menang


Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Pusat mendatangi salah satu toko penjual klakson “telolet” yang berada di kawasan pusat perbelanjaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/7/2025).

Kedatangan petugas satlantas jakarta pusat dilakukan dalam rangka kegiatan sosialisasi mengenai dampak dan bahaya penggunaan klakson tolalet tersebut.

“Anggota Unit Kamsel Sat Lantas Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan Sosialisasi kepada pemilik toko aksesoris di Toko Sumber Motor Aksesoris Mobil PRJ Jakarta Pusat. tentang Dampak Klakson Basuri (Telolet), katanya (10/7/2025).

Baca Juga :  Pengurus Harian PWI di Undang Buka Pusa Bersama KH.Ma'ruf Amin



(Rdw)

Berita Terkait

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional
BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur
Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?
Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar
Kodaeral IV Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Pelantikan Ulang PWI Kepri
Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng
Purbaya Dicopot, Bea Cukai Watch: Jangan Buru-buru Bernapas Lega
Pameran Ikan Hias APIC-Pokja PWI Jakbar Edukasi Ratusan Pelajar

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:00 WIB

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 20:21 WIB

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Kamis, 24 September 2026 - 07:56 WIB

Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar

Rabu, 16 September 2026 - 16:19 WIB

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng

Berita Terbaru

Megapolitan

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:21 WIB