Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat Jeritan Sunyi dari Kali Tersakiti - plus62news

Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat Jeritan Sunyi dari Kali Tersakiti

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah kali baru Cengkareng Drain

Wajah kali baru Cengkareng Drain

Jakarta – Di sebuah kecamatan Cengkareng Jakarta Barat terdapat kali buatan bernama kali Baru Cengkareng Drain, di buat sekitar tahun 1980 kali yang dulu indah dan bersih, kini banyak sampah dan zat limbah industri.

Kali yang dulu airnya bersih, tempat ikan bermain dan mandi bagi anak -anak bahkan aktivitas getek lalu-lalang di kali ini, kini terlihat hitam keruh dan berbau yang berbahaya bagi kesehatan. Suara ikan bermain dan lompatan katak hampir tidak terdengar lagi, ini merupakan jeritan sunyi dari kali yang telah tersakiti.


Pembuangan limbah industri secara liar. Buang sampah ke kali telah mengubah wajah sebagian dari kali ini, yang dulu di pakai warga sekitar nyuci dan mandi anak-anak sampai pembuatan tempe sontak berubah keruh hitam dan berbau akibat pencemaran.

Di perkampungan kapuk , bila hujan tiba, banjir menjadi langganan setiap tahunnya. Alam seolah membalas dendam, tapi yang jadi korban justru malah masyarakat kecil yang tak punya kuasa apa-apa selain berserah diri kepada-Nya.

“Setiap kali hujan, kami tak bisa tidur lelap, takut banjir lagi,” kata Kandar (57) salah seorang warga Kecamatan Cengkareng yang dulunya tidak pernah merasakan banjir kini menjadi langganan banjir bila hujan dan air kali meluap.

Baca Juga :  Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian


Ironisnya, pembuangan sampah dan limbah pabrik seakan menjadi tradisi yang di nikmati segelintir orang. Sementara, kerusakan yang di tinggalkan menjadi warisan pahit bagi generasi yang akan datang,anak-anak tumbuh tanpa tahu bagaimana kali yang dulunya jernih dan bersih di pakai nyuci dan mandi, serta ikan-ikan berkeliaran bebas sesukanya.

Kini, kali tak lagi bersahabat dengan insan. Tapi sesungguhnya, bukan alam yang berubah. Kitalah yang mengkhianati alam semesta ini. Akan kah masalah ini di biarkan begitu saja? dan bagaimanakah acara pencegahannya? Entahlah tampak makin runyam saja.

Di sisi lain negeri ini telah mengalami devisit anggaran memang begitulah setiap tahunnya. Dan di tambah lagi kebijakan pemerintah pusat terkait dengan efisiensi anggaran semuanya terpangkas. Hanya tersisa separoh seperti cerita negeri dongeng saja tanpa ampun.

Baca Juga :  Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang


Sementara itu, masyarakat saat ini, menjerit menghadapi himpitan beban ekonomi dan kebutuhan hidup yang sangat sulit. Tentunya yang di rasakan masyarakat di tengah situasi devisit anggaran dan upaya efisiensi oleh pemerintah. Akan berdampak terhadap penurunan kualitas atau kuantitas layanan publik.

Namun, hal yang di rasakan masyarakat saat ini terutama layanan fasilitas kesehatan yang sangat terbatas, pelayanan administrasi publik lebih lambat dan tidak seperti biasanya. Ketersediaan subsidi atau bantuan sosial yang mulai berkurang.

Di lain sisi peningkatan biaya hidup seperti pengurangan subsidi bisa menyebabkan kenaikan harga BBM, listrik, dan transportasi. Mirisnya yang merasakan hal ini, paling terdampak adalah masyarakat kelas menengah ke bawah yang hidupnya pas-pasan.

Baca Juga :  Simón Bolívar, El Libertador

Berita Terkait

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa
Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian
Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah
Simón Bolívar, El Libertador
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:51 WIB

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:25 WIB

Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:03 WIB

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:19 WIB

Simón Bolívar, El Libertador

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Berita Terbaru

News

Syekh Subachir dan Penjinakan Tanah Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 11:19 WIB

Sejarah & Arkeologi

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:51 WIB

Sumber foto ResearchGate

Sejarah & Arkeologi

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:03 WIB