Dua Balita di Bengkulu Menderita Cacingan Akut - plus62news

Dua Balita di Bengkulu Menderita Cacingan Akut

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU, plus62.co – Dunia kesehatan kembali dikejutkan dengan kasus cacingan akut yang diderita oleh anak Balita, kali ini terjadi di Bengkulu. Seorang Balita berusia 20 bulan terbaring lemah di RSUD Tais, setelah dirawat intensif ditemukan larva di paru-parunya. Sang kakak yang berusia 4 tahun juga mengalami gejala serupa.

Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat diduga menjadi faktor pemicu. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyoroti rumah pasien yang tidak layak huni. Ia berjanji akan membangunkan rumah baru dan memastikan perawatan medis kakak beradik ini secara maksimal.

Baca Juga :  Terapi Bekam, Salah Satu Pengobatan Alternatif yang Diminati Masyarakat

Awalnya sang anak dibawa ke rumah sakit karena demam disertai batuk. Dokter sempat mendiagnosis sang anak mengalami gizi buruk. Akhirnya diketahui ada larva hidup di dalam tubuhnya. Setelah dirawat secara intensif kini kondisinya berangsur membaik namun cacing masih keluar dari tubuhnya setiap kali buang air besar.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan Epidemiologi.

“Dengan adanya kasus seperti ini, kita langsung mengambil tindakan untuk melakukan penyelidikan Epidemiologi, supaya jangan sampai kasus ini berlanjut dan memperparah kondisi yang ada.” ujar Edriwan

Baca Juga :  Antisipasi Rabies Pada Hewan, Sudin KPKP Kecamatan Tambora Gelar Vaksinasi Gratis

“Jadi tidak ada kata lain, kita melakukan gerakan bersama, terutama dengan stakeholder terkait, dengan Dinas Sosial, dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, juga dengan Kementerian-kementerian lain untuk menyehatkan lingkungannya terlebih dahulu.” imbuhnya

Pencegahan Cacingan Akut Pada Anak

Pencegahan cacingan akut pada anak dilakukan melalui penerapan pola kebiasaan hidup bersih, seperti rutin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menggunakan alas kaki saat di luar rumah. Selain itu, terapi obat cacing secara berkala (misalnya setiap 6 bulan) juga direkomendasikan oleh WHO, dan penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan kotoran hewan peliharaan untuk mengurangi penyebaran telur cacing.

Baca Juga :  Pokja PWI Jakarta Barat Gelar Audensi dengan RSUD Kalideres, Jakarta Barat

Dalam kasus cacingan akut di Bengkulu ini, menjadi peringatan keras bahwa negara wajib hadir dan punya tanggung jawab untuk melindungi kesehatan anak-anak bangsa, sesuai  Konvensi PBB dan aturan hukum di Indonesia. (*)

Berita Terkait

BGN Ingatkan Pengusaha MBG, Prioritaskan Misi Kemanusiaan Ketimbang Bisnis
Presiden Prabowo Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia
PMI Bersama Karang Taruna 011 Tegal Alur Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah
Cegah Ancaman Obesitas Pada Anak, Kemenkes Siapkan Regulasi ‘Sugar Tax’
Waspada Rabies Kucing Peliharaan, Ancaman Serius Bagi Manusia
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Ketua PMI Jakpus Buka Pelayanan Arus Mudik Di Stasiun Gambir
Anak Melamun Apakah Sehat untuk Perkembangan Otak Anak?
Pokja PWI Jakarta Barat Gelar Audiensi dengan RSUD Cengkareng

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:29 WIB

BGN Ingatkan Pengusaha MBG, Prioritaskan Misi Kemanusiaan Ketimbang Bisnis

Rabu, 19 November 2025 - 19:33 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia

Minggu, 21 September 2025 - 18:58 WIB

PMI Bersama Karang Taruna 011 Tegal Alur Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

Jumat, 19 September 2025 - 09:08 WIB

Dua Balita di Bengkulu Menderita Cacingan Akut

Senin, 15 September 2025 - 07:21 WIB

Cegah Ancaman Obesitas Pada Anak, Kemenkes Siapkan Regulasi ‘Sugar Tax’

Berita Terbaru

Kolom

Perlindungan Wartawan: Antara Putusan MK dan Kenyataan

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:49 WIB

Daerah

Trasi Bangka Selatan Gaet Hampir 500 Offroader

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:38 WIB

Foto Tangkapan Layar Video Viral Es Kue Jadul Diduga Terbuat dari Spons Ditemukan di Utan Panjang Kemayoran (Dok.Info Kemayoran)

News

Heboh Es Kue Jadul Diduga Berbahan Spons di Kemayoran

Minggu, 25 Jan 2026 - 10:43 WIB