Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Bazis kembali menggelar layanan penghapusan tato bagi warga selama Ramadan 1447 Hijriah. Hingga hari pertama, sekitar 120 peserta tercatat mendaftar.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut. Ia memastikan layanan diberikan secara individual, baik kepada laki-laki maupun perempuan, agar proses berjalan optimal.
“Jumlah sementara sekitar 120 orang. Layanannya kita berikan satu per satu,” ujar Arifin.
Ia mengingatkan, menghapus tato jauh lebih sulit dibanding saat membuatnya. Berdasarkan keterangan peserta, ada yang telah menjalani hingga 14 kali tindakan namun hasilnya belum sepenuhnya bersih.
“Ini jadi peringatan. Sebelum menato tubuh, pikirkan matang-matang. Menghapusnya tidak bisa selesai dalam satu dua hari,” katanya.
Selain dilakukan bertahap, proses penghapusan tato juga menimbulkan rasa nyeri dan membutuhkan kesabaran.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian bazar Ramadan yang digelar Pemkot Jakarta Pusat bersama DKM Masjid Sunda Kelapa pada 21–25 Ramadan. Layanan penghapusan tato menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati warga.






