Mutasi Pdt Marganda dan Misteri Tanah Gereja, Jemaat Minta HKBP Buka Fakta - Plus62.co

Mutasi Pdt Marganda dan Misteri Tanah Gereja, Jemaat Minta HKBP Buka Fakta

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,PLUS62.CO — Mutasi Pendeta (Pdt) Marganda Tampubolon dari HKBP Balaraja, Resort Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Banten, memunculkan pertanyaan baru di tengah jemaat.

Persoalannya bukan lagi sekadar soal pemindahan pendeta. Jemaat kini meminta pimpinan HKBP menjelaskan secara terbuka apa yang menjadi dasar keputusan tersebut dan apakah terdapat persoalan lain di balik mutasi itu.

Isu yang berkembang bahkan menyeret persoalan pengelolaan aset, keuangan gereja, hingga dugaan masalah pertanahan.

Sejumlah jemaat menyebut persoalan tanah menjadi salah satu titik penting yang perlu dibuka secara transparan.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya rencana pembelian tanah yang diduga tidak melalui mekanisme rapat huria secara terbuka dengan melibatkan unsur parhalado dan jemaat.

Salah seorang jemaat berinisial RS, yang saat itu disebut menjabat Ketua Pembangunan HKBP Balaraja, dikabarkan telah menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.

Baca Juga :  Pemko Medan Tegaskan Tak Pernah Berkomitmen Membayar Hotel Peserta AFF U-19

Keberatan itu disebut berkaitan dengan status tanah yang diduga masih bermasalah dan telah memiliki sertifikat atas nama pihak lain.

Pertanyaannya kemudian sederhana: siapa yang mengambil keputusan pembelian, atas dasar dokumen apa, dan apakah seluruh proses telah mendapatkan persetujuan sesuai mekanisme internal HKBP?

Pertanyaan tersebut semakin penting karena persoalan tanah disebut-sebut berkaitan dengan konflik yang berkembang sebelum pemindahan Pdt Marganda.

Namun, sampai saat ini belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa mutasi Pdt Marganda memang berkaitan langsung dengan persoalan tanah tersebut.

Surat Terbuka Juga Dipersoalkan

Di tengah polemik, beredar surat terbuka sejumlah Sintua dan jemaat yang ditujukan kepada pimpinan HKBP, termasuk Ephorus HKBP di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung.

Baca Juga :  Polda Metrojaya Tegaskan Dalam Operasi Patuh 2025 Tidak ada Penindakan ODOL

Sebagian jemaat justru mempertanyakan substansi surat tersebut.

Mereka menilai sejumlah informasi yang disampaikan perlu diuji kembali karena dikhawatirkan tidak menggambarkan persoalan secara utuh.

Proses pengumpulan dukungan terhadap surat tersebut juga dipersoalkan.

Beredar informasi adanya permintaan tanda tangan kepada sejumlah jemaat tanpa penjelasan secara lengkap mengenai tujuan dan penggunaan tanda tangan tersebut.

Jika benar terjadi, persoalan itu perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan konflik baru di tengah jemaat.

Desakan kepada Ephorus

Jemaat mendesak jajaran pimpinan HKBP, mulai dari Pendeta Resort, Praeses HKBP Distrik XXI Banten hingga Ephorus, memberikan penjelasan mengenai proses dan alasan mutasi Pdt Marganda.

Mereka juga meminta seluruh dokumen terkait pengelolaan aset dan transaksi tanah dibuka sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi jemaat, transparansi menjadi penting karena aset gereja bukan persoalan pribadi pengurus, melainkan menyangkut kepentingan seluruh jemaat.

Baca Juga :  IKWI DKI Jakarta Gelar Silaturahmi Perdana di Luar Kota

Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus diperiksa berdasarkan dokumen, keputusan organisasi, dan fakta hukum.

Begitu pula dengan tudingan “mafia tanah” yang berkembang. Istilah tersebut tidak semestinya menjadi kesimpulan sebelum terdapat bukti dan proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari HKBP Balaraja maupun pimpinan HKBP mengenai alasan pemindahan Pdt Marganda Tampubolon dan kaitannya dengan persoalan tanah yang dipersoalkan jemaat.

Jemaat kini menunggu jawaban.

Mengapa Pdt Marganda dipindahkan? Bagaimana proses pembelian tanah dilakukan? Siapa yang mengambil keputusan? Dan apakah seluruh proses telah sesuai mekanisme HKBP?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui keterbukaan dokumen dan penjelasan resmi pimpinan HKBP.

Berita Terkait

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial
Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan
Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis
100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen
Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk
Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:08 WIB

100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Berita Terbaru

Megapolitan

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Senin, 19 Okt 2026 - 15:17 WIB

Megapolitan

100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:08 WIB