Ketika Dokumentasi Dibatasi, Muncul Pertanyaan soal Transparansi - Plus62.co

Ketika Dokumentasi Dibatasi, Muncul Pertanyaan soal Transparansi

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di era ketika hampir setiap peristiwa bisa didokumentasikan melalui telepon seluler, munculnya aturan yang melarang orang membawa ponsel ke dalam suatu kegiatan justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Beberapa pihak menilai, aturan semacam itu terkesan terlalu jauh. Dalam praktiknya, hal-hal yang memang bersifat rahasia tentu dapat diatur secara khusus dan tidak perlu didokumentasikan. Namun ketika larangan diterapkan secara menyeluruh, bahkan hingga tidak memperbolehkan orang membawa ponsel sama sekali, kebijakan tersebut dianggap kurang proporsional.

Baca Juga :  Brimob Polda Sumut Bersama Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Sekolah Darurat

Sejumlah pengamat sosial menilai pembatasan seperti itu berpotensi menimbulkan kesan berlebihan. Apalagi di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik yang semakin kuat, dokumentasi sering kali menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi sebuah kegiatan.

“Jika ada bagian tertentu yang memang bersifat sensitif atau rahasia, tentu bisa diatur secara spesifik. Tetapi jika seluruh orang dilarang membawa ponsel, publik wajar mempertanyakan dasar kebijakannya,” ujar seorang pengamat yang menyoroti fenomena tersebut.

Baca Juga :  Lurah Kapuk Panggil Pemilik Warung Makan Yang Viral, Buang Sampah ke Kali Cengkareng Drain

Kondisi ini kemudian memunculkan kritik bahwa pendekatan yang terlalu ketat dapat memunculkan persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum, termasuk . Sebagian masyarakat menilai kebijakan yang tidak dijelaskan secara terbuka berpotensi menimbulkan kesan arogan di mata publik.

Di sisi lain, sejumlah kalangan juga memahami bahwa dalam situasi tertentu aparat memang memiliki pertimbangan keamanan. Namun mereka berharap setiap aturan yang diterapkan tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas serta tidak menutup ruang transparansi di ruang publik.

Baca Juga :  Banjir di Tegal Alur Mulai Surut, Kinerja SDA Jadi Sorotan

Perdebatan ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi, hubungan antara aparat dan masyarakat semakin menuntut kejelasan aturan, komunikasi yang terbuka, serta kepercayaan yang dibangun secara bersama.

Berita Terkait

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum
Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo
Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi
Arifin Minta Lurah Data Rumah Tangga Pemilah Sampah, Sanksi Dibahas Bersama Warga
Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM
Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta
Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Tanah Tinggi
Jesicca Firly Resmi Disumpah sebagai Advokat, Rurih: Tegakkan Hukum dengan Integritas

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum

Senin, 15 Juni 2026 - 10:58 WIB

Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo

Senin, 15 Juni 2026 - 10:45 WIB

Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:41 WIB

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Berita Terbaru

Megapolitan

Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:45 WIB