Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo - Plus62.co

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KISAH — Cerita silat Kho Ping Hoo pernah mengalami masa keemasan panjang di Indonesia. Sejak 1960-an hingga 1990-an, karya-karyanya menjadi bacaan populer di terminal, warung, hingga perpustakaan sekolah.

Pada masa itu, buku-buku Kho Ping Hoo dicetak dalam format saku dengan harga terjangkau. Pembacanya lintas kalangan: pelajar, sopir, pedagang, hingga akademisi. Cerita silat menjadi hiburan utama sebelum televisi swasta dan internet merajalela.

Judul-judul seperti Bu Kek Siansu, Pedang Kayu Harum, dan Golok Pembunuh Naga beredar luas. Banyak pembaca menyewa buku di taman bacaan atau bergantian membaca semalaman. Di sejumlah daerah, kisahnya bahkan dibacakan bersama layaknya hikayat.

Masa keemasan itu ditopang gaya khas Kho Ping Hoo. Ia tidak sekadar menulis pertarungan, tetapi juga filsafat hidup, kebijaksanaan, dan etika pendekar. Tokoh-tokohnya menonjolkan kerendahan hati, pengendalian diri, serta keadilan.

Baca Juga :  Genovese: Mafia Paling Senyap yang Bertahan Lama di New York

Memasuki era 2000-an, popularitas cerita silat cetak meredup. Perubahan minat baca dan hadirnya hiburan digital membuat generasi muda beralih ke layar. Buku-buku silat tak lagi mendominasi pasar seperti sebelumnya.

Namun di era digital, karya Kho Ping Hoo menemukan kehidupan baru melalui komunitas penggemar. Sejumlah komunitas seperti pembaca setia Kho Ping Hoo di Facebook, forum daring, dan grup WhatsApp kolektor aktif mengarsipkan naskah lama, mendiskusikan tokoh, serta berbagi file digital cerita silat klasik.

Komunitas ini juga menggelar diskusi daring, bedah cerita, hingga upaya digitalisasi naskah agar tidak hilang ditelan zaman. Beberapa penggemar bahkan mendorong adaptasi ulang dalam bentuk komik, film, dan serial digital.

Baca Juga :  Genovese: Mafia Paling Senyap yang Bertahan Lama di New York

Fenomena ini menunjukkan bahwa cerita silat Kho Ping Hoo belum mati. Dari masa keemasan cetak hingga kebangkitan komunitas digital, kisah para pendekar klasik tetap hidup di hati pembacanya dan terus diwariskan lintas generasi.

10 Karya Legendaris Kho Ping Hoo yang Paling Wajib Dibaca

  1. Bu Kek Siansu
    Serial paling terkenal. Mengisahkan suhu legendaris sakti namun rendah hati yang melahirkan banyak pendekar besar.
  2. Pusaka Pulau Es
    Salah satu karya terbaik dan panjang. Sarat petualangan, perebutan pusaka, serta konflik antar pendekar besar.
  3. Pedang Kayu Harum
    Kisah pendekar sederhana dengan senjata unik. Kental dengan falsafah kesederhanaan dan pengendalian diri.
  4. Golok Pembunuh Naga
    Cerita tentang senjata mematikan yang diperebutkan banyak tokoh persilatan. Penuh intrik dan pertarungan kelas tinggi.
  5. Suling Emas
    Kisah klasik dengan nuansa romantis dan heroik. Menggabungkan cinta, balas dendam, dan dunia persilatan.
  6. Naga Sakti Sungai Kuning
    Petualangan besar di dunia kang-ouw dengan tokoh-tokoh kuat dan alur epik.
  7. Rajawali Emas
    Mengisahkan pendekar muda dengan perjalanan panjang menemukan jati diri dan kehormatan.
  8. Pedang Pusaka Naga Putih
    Cerita perebutan pusaka sakti yang membawa banyak konflik antar perguruan silat.
  9. Pendekar Super Sakti
    Tokoh utama berkekuatan tinggi namun harus menghadapi konflik batin dan tanggung jawab moral.
  10. Si Tangan Sakti
    Kisah pendekar dengan jurus tangan mematikan, penuh pertarungan dan pelajaran tentang kekuatan sejati.
Baca Juga :  Genovese: Mafia Paling Senyap yang Bertahan Lama di New York

Sepuluh judul ini dianggap mewakili dunia silat Kho Ping Hoo:
penuh petualangan, pertarungan, cinta, serta falsafah hidup yang membuat karyanya dikenang lintas generasi.

Berita Terkait

Genovese: Mafia Paling Senyap yang Bertahan Lama di New York

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WIB

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo

Berita Terbaru

Sumber poto: google

Bisnis & Ekonomi

Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:33 WIB

Kisah

Mengapa Kita Perlu Mengingat Kembali Kho Ping Hoo

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:05 WIB

Bisnis & Ekonomi

Utang PLN Ratusan Triliun: Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:43 WIB

Megapolitan

Panitia HPN 2026 Apresiasi Dukungan Mitra PWI

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:04 WIB