Jakarta — Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 12 Januari 2026. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian sementara.
Data sementara mencatat sedikitnya 363 jiwa terdampak banjir dan mengungsi di beberapa titik, yakni RPTRA, musholla, serta rumah susun di wilayah Tegal Alur.
Pengungsian tersebar di antaranya di RPTRA Alur Anggrek dan Musholla Al-Mukhlisin dengan total 146 jiwa dari 38 kepala keluarga (KK). Rinciannya terdiri atas 83 orang dewasa, 13 lansia, 15 balita, lima anak-anak, serta satu ibu hamil. Selain itu, dilaporkan satu warga lanjut usia, Sumiyati, mengalami sakit stroke ringan.
Sementara itu, di Musholla Al Madin Nurul Ikhwan RT 014/003, tercatat 57 jiwa mengungsi, terdiri atas 13 bayi dan balita, 30 remaja dan dewasa, serta tujuh lansia.
Di kawasan Rumah Susun Tegal Alur RW 003, banjir berdampak pada RT 015 dan RT 004. Sebanyak 136 jiwa dari 31 KK terdata mengungsi, dengan rincian 106 dewasa dan remaja, 16 lansia, serta 14 balita.
Selain itu, pengungsian juga terjadi di Jl. Manyar RT 001/RW 11, Kelurahan Tegal Alur. Di lokasi ini, 10 KK dengan 24 jiwa terdampak banjir, terdiri atas 16 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan satu lansia.
Para pengungsi saat ini berada di aula RPTRA, musholla, dan lokasi aman lainnya. Namun, kebutuhan mendesak masih diperlukan, terutama sembako, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan balita, serta selimut dan alas tidur.
Penanganan sementara dilakukan oleh pengurus RT/RW setempat bersama pengelola RPTRA. Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.






