Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir - Plus62.co

Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan — Kepolisian Resor Aceh Selatan menyemprot sejumlah ruas jalan protokol dan jalan lintas menggunakan water cannon, Kamis (8/1/2026). Penyemprotan dilakukan untuk mengurangi debu sisa banjir yang muncul akibat lumpur mengering di badan jalan.
Debu beterbangan saat kendaraan melintas dan dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah titik dengan lalu lintas padat.
Pembersihan jalan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Polri menargetkan jalur utama dan kawasan aktivitas warga agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Kepala Satuan Sabhara Polres Aceh Selatan mengatakan penyemprotan jalan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pascabanjir.
“Pembersihan ini dilakukan untuk menekan debu dari lumpur kering agar aktivitas warga lebih aman dan nyaman,” katanya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan petugas kesehatan Polri. Debu pascabanjir berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
“Debu yang terhirup secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA,” ujarnya.
Polri mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak kesehatan pascabanjir. Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga daya tahan tubuh.
Penyemprotan jalan menggunakan water cannon akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Polres Aceh Selatan menegaskan kehadiran Polri tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  Puluhan Warga Rusunawa Pesakih Daan Mogot Layangkan Mosi Tidak Percaya kepada Ketua RT 10 RW 14 Cengkareng

Berita Terkait

Dihentikan Paksa, BTS Bermasalah di Permukiman Picu Amarah Warga
Di Antara Diagnosis dan Benang Rajut, Dr. Zuhria Menemukan Dirinya
Jakpus Perketat Pengawasan Penanganan Aduan, ASN Diminta Kerja Nyata
Seret Nama Eks Pejabat BNI, Kasus Dana Umat Aek Nabara Diminta Transparan
PWI Pusat Tempuh Langkah Hukum, Berkas Sengketa Diserahkan ke Polres Jakpus
Empat Kelurahan Jadi Prioritas, Jakpus Matangkan Aksi Pengentasan Kemiskinan
Program TAMPAN Digelar, Tambora Dorong Lingkungan Aman dan Tertib
Pembangunan Pasar Gardu Asem Dimulai, Pemprov DKI Genjot Revitalisasi Pasar

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB

Dihentikan Paksa, BTS Bermasalah di Permukiman Picu Amarah Warga

Senin, 13 April 2026 - 13:50 WIB

Di Antara Diagnosis dan Benang Rajut, Dr. Zuhria Menemukan Dirinya

Senin, 13 April 2026 - 11:02 WIB

Jakpus Perketat Pengawasan Penanganan Aduan, ASN Diminta Kerja Nyata

Jumat, 10 April 2026 - 19:31 WIB

Seret Nama Eks Pejabat BNI, Kasus Dana Umat Aek Nabara Diminta Transparan

Kamis, 9 April 2026 - 19:06 WIB

Empat Kelurahan Jadi Prioritas, Jakpus Matangkan Aksi Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru

Megapolitan

Dihentikan Paksa, BTS Bermasalah di Permukiman Picu Amarah Warga

Senin, 13 Apr 2026 - 16:27 WIB

Megapolitan

Di Antara Diagnosis dan Benang Rajut, Dr. Zuhria Menemukan Dirinya

Senin, 13 Apr 2026 - 13:50 WIB

TNI & Polri

Perkuat Pembinaan Rohani, KSAD Terima Buku Keuskupan TNI-Polri

Jumat, 10 Apr 2026 - 19:06 WIB