Pendekatan Humanis TNI, Lima Pemuda Papua Tinggalkan OPM - Plus62.co

Pendekatan Humanis TNI, Lima Pemuda Papua Tinggalkan OPM

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak, Papua — Satuan Tugas Yonif 732/Banau menyatakan lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Joni Botak memilih kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa itu terjadi di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu, 3 Januari 2026.
Kelima pemuda tersebut masing-masing Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan pendampingan Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang.
Menurut TNI, keputusan itu merupakan hasil pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Satgas Yonif 732/Banau di bawah komando Koops TNI Habema. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program sosial, antara lain ROSITA (borong hasil tani), PASTOOR (pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah), serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Komandan Satgas Yonif 732/Banau Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi mengatakan pendekatan yang dijalankan menitikberatkan pada dialog dan pelayanan kepada warga. “Kami berupaya membangun relasi dengan masyarakat agar kehadiran negara dapat dirasakan secara langsung,” kata Chabibi.
Ia menjelaskan, tiga pemuda yang berada di Kampung Jampul kemudian menghubungi dua rekannya yang berada di Timika untuk kembali dan memilih jalur damai.
Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat menjadwalkan pelaksanaan ikrar kesetiaan kepada NKRI pada Minggu, 4 Januari 2026, di Gereja Bethel Kampung Jampul. Prosesi tersebut disebut sebagai bagian dari proses rekonsiliasi dan reintegrasi sosial.
“Ikrar ini menjadi awal pendampingan lanjutan, termasuk jaminan keamanan serta akses terhadap program pemberdayaan pemerintah,” ujar Chabibi.
Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menilai peristiwa tersebut menunjukkan efektivitas pendekatan teritorial berbasis dialog. Menurut dia, pelayanan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Baca Juga :  Ahmad Sahroni Tanggapi Seruan Pembubaran DPR: Itu Mental Orang Tolol Sedunia

Berita Terkait

Agama dan Karakter Bangsa di Tengah Pusaran Kepentingan
REPUBLIK DI BAWAH PENJAJAHAN UNDANG-UNDANG PESANAN
Ahmad Sahroni Tanggapi Seruan Pembubaran DPR: Itu Mental Orang Tolol Sedunia
Prabowo Puji PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Meredakan Konflik Thailand dan Kamboja
Hashim: Gerindra dan Gekira Adalah Pejuang Politik, Bukan Sekadar Kader
Pembatasan Aspirasi Rakyat Berdasarkan Komisi Harus di Evaluasi
Jayadi Menang Mutlak dalam Pemilihan RW 03 Periode 2025-2030
Kaesang Pangarep Tanggapi Usulan Penggantian Wapres: Sudah Dipilih Rakyat Sesuai Konstitusi

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:05 WIB

Agama dan Karakter Bangsa di Tengah Pusaran Kepentingan

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:12 WIB

REPUBLIK DI BAWAH PENJAJAHAN UNDANG-UNDANG PESANAN

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:17 WIB

Pendekatan Humanis TNI, Lima Pemuda Papua Tinggalkan OPM

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:45 WIB

Ahmad Sahroni Tanggapi Seruan Pembubaran DPR: Itu Mental Orang Tolol Sedunia

Selasa, 29 Juli 2025 - 22:12 WIB

Prabowo Puji PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Meredakan Konflik Thailand dan Kamboja

Berita Terbaru

Politik

Agama dan Karakter Bangsa di Tengah Pusaran Kepentingan

Senin, 2 Mar 2026 - 14:05 WIB