‎Ratusan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Puspem Kota Tangerang, Menuntut Walikota dan Wakilnya Beri Sanksi Tegas Kepada PT. Esa Jaya Putra Brand DOMDAS - Plus62.co

‎Ratusan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Puspem Kota Tangerang, Menuntut Walikota dan Wakilnya Beri Sanksi Tegas Kepada PT. Esa Jaya Putra Brand DOMDAS

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


‎
‎TANGERANG, plus62.co – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Putra Bangsa Menggugat menggeruduk kantor Puspemkot Tangerang, Kamis (28/08/2025).
‎
‎Dalam demonstrasinya, Putra Bangsa Menggugat (PBM) mendesak walikota dan wakil walikota memberikan sanksi administrasif terhadap perusahaan PT. Esa Jaya Putra Brand DOMDAS
‎
‎”Saya ingin walikota dan wakil walikota tangerang memberikan sanksi yang tegas secara administrasif terhadap perusahaan tersebut. Para kaum buruh ini tidak mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan artinya kan secara tidak langsung si perusahaan ini tidak bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan siburuh tersebut. “Ujar Jihan Mahes Fahlevi, selaku Koordinator Pusat PBM.
‎
‎Ia pun menjelaskan, bahwa memang terjadi Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) ternyata setelah dicek diluar permasalahan-permasalahan lain, ternyata ada permasalahan yang lainnya.
‎
‎”Ternyata PT. Esa Jaya Putra yang memiliki Brand DOMDAS ini persyaratan izinnya pun belum lengkap, analisis dampak lingkungan (Amdal) prosedurnya belum terpenuhi. Asda dan Kadisnaker itu bagi saya bukan kewenangan. Sementara Tuntutan kami hari ini terdiri dari beberapa dinas yaitu Disperindag, Soal Amdal kan adanya di DLH dan persoalan buruh ada di Disnaker, jadi percuma kalau misalkan hanya satu dinas aja buat apa, dinas lain kemana. “Ucapnya.
‎
‎Mereka ingin para petinggi pejabat keluar dan aspirasinya tentu didengar oleh walikota dan wakil walikota.
‎
‎”Jelas hasil hari ini saya tidak puas terhadap apa yang ingin kita sampaikan kepada walikota dan wakil, insya allah kita akan mengawal dan melakukan solidaritas terhadap kaum-kaum buruh yang di PHK sepihak dan kedepan insya allah kita akan mengadakan aksi yang lebih besar dari ini. “Tutup Mahes.
‎
‎Ditempat yang sama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan yang menemui massa aksi Putra Bangsa Menggugat mengatakan, memang kita sedang menangani kaitan dengan pelaporan salah satu permasalahan PT. Esa Jaya Putra.
‎
‎”Perlu diketahui oleh teman-teman sekalian bahwasanya dari yang kita dapatkan informasi hasil mediasi antara karyawan dari PT. Esa Jaya Putra itu, kita akhirnya tidak ada kontraknya semuanya lisan. Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang sejak 2017 kewenangan yang berkaitan dengan pengawasan dan K3 itu sudah menjadi ranah Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten. Tidak hanya Kota Tangerang saja melainkan Kota dan Kabupaten diwilayah Banten. ” Ujar Ujang.
‎
‎Ia pun menambahkan, “selama adanya pengaduan kita memberikan sosialisasi tapi yang kaitannya dengan Hubungan Industrial misalnya mengadukan adanya permasalahan mediasi itu kita mediasi.” Imbuhnya.
‎
‎”Sejak tahun 2017 pengawasan dan K3 itu sudah menjadi ranah Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten. Adapun aduan akan kita berikan sosialisasi. “Pungkas Ujang.
‎
‎PT. Esa Jaya Putra merupakan pabrik yang bergerak dibidang industri Hak dan Sol sepatu yang memiliki Brand DOMDAS serta menjual produk plastik secara grosir dan distribusi dan berada di Pergudangan Mutiara Kosambi II blok A7 No.16-17 Kota Tangerang.

Baca Juga :  Kakorlantas Polri Terima Perwakilan Asosiasi Pengemudi, Bahas Tindak Lanjut Penertiban ODOL dan Target Zero 2027

Berita Terkait

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:50 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB