Tamansari — Peringatan Milad ke-4 Pondok Pesantren Al Bushaeriyyah Tamansari dirangkaikan dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Harlah Nahdlatul Ulama ke-100, Jumat (30/1/2026).
Pimpinan Ponpes Al Bushaeriyyah, KH Dede Nurdiansyah, mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesantren dalam menjaga tradisi keislaman ala Nahdlatul Ulama.
“Milad pesantren dan Harlah NU ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus merawat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, baik dalam pendidikan, amaliyah, maupun pengabdian kepada umat,” kata KH Dede.
Ia menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai keilmuan dan akhlak santri di tengah tantangan zaman.
Sementara itu, penceramah utama Drs. KH Abdurrahman Shoheh menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj harus dijadikan landasan penguatan iman dan kedisiplinan ibadah.
“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah tiang agama dan pondasi utama dalam membentuk pribadi muslim yang berilmu dan berakhlak,” ujarnya.
Kegiatan diikuti sekitar 200 jamaah dari kalangan santri, wali santri, majelis ta’lim, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyyin Tamansari. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, aman, dan lancar.






