Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa - plus62news

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Pagi di Gunung Tidar selalu datang pelan. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, sementara Kota Magelang mulai bergerak di bawah sana. Dari kejauhan, tak ada yang istimewa. Hanya sebuah bukit di tengah kota. Tapi bagi sebagian orang Jawa, di sinilah sesuatu yang besar dijaga dalam diam.

Gunung Tidar dipercaya sebagai Pakuning Tanah Jawi—paku yang menahan Pulau Jawa agar tetap seimbang. Bukan secara geografis, melainkan secara batin.

“Kalau pakunya goyah, manusianya yang rusak,” begitu ujaran yang sering beredar di kalangan sesepuh.

Gerbang yang Pernah Liar


Kisah lama menyebutkan, sebelum paku itu tertanam, Jawa bukan tanah yang tenang. Energi diyakini bergerak tanpa aturan. Makhluk halus bebas melintas. Manusia sering sakit tanpa sebab, mudah marah, dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Baca Juga :  Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat Jeritan Sunyi dari Kali Tersakiti

Gunung Tidar dipercaya sebagai simpul dari semua lintasan itu.


Bukan tempat kejahatan, melainkan gerbang pertemuan alam kasatmata dan yang tak terlihat.

Di titik inilah keseimbangan dianggap pernah berada di ambang runtuh.


Syekh Subakir dan Laku Sunyi
Nama Syekh Subakir selalu disebut ketika orang bicara tentang Tidar.

Ulama dari tanah Persia itu datang ke Jawa bukan membawa pasukan, melainkan membawa laku.


Ia bertirakat di puncak gunung. Berhari-hari. Dalam diam.

Baca Juga :  Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak


Konon, pada malam penancapan paku gaib, suasana berubah. Angin berputar tanpa hujan. Binatang turun dari hutan. Gunung seperti bernapas, lalu kembali sunyi.

Tak ada suara keras.
Tak ada gempa.

Namun sejak saat itu, kisah-kisah tentang gangguan berkurang. Makhluk gaib tidak diusir, melainkan diikat aturan. Mereka tetap ada, tapi tidak lagi melampaui batas.


Bagi orang Jawa, inilah puncak kebijaksanaan: menata, bukan memusnahkan.

Gunung yang Tidak Pernah Kosong
Hingga hari ini, Gunung Tidar diyakini tak pernah benar-benar sepi. Pendaki malam kerap menceritakan pengalaman serupa: suara langkah kaki yang mengikuti, bayangan yang berdiri diam di bawah pohon, atau perasaan diawasi tanpa rasa takut.

Baca Juga :  Simón Bolívar, El Libertador

“Kalau niatnya baik, aman,” kata warga sekitar.

“Kalau niatnya sombong, biasanya pulangnya berat.”

Gunung ini, kata mereka, menguji niat sebelum menguji nyali.

Petilasan dan Jejak Makna


Di kawasan Tidar terdapat petilasan Syekh Subakir, Kyai Sepanjang, dan Kyai Semar. Bagi peziarah, tempat-tempat ini bukan sekadar tujuan, melainkan pengingat.


Kyai Sepanjang dimaknai sebagai perjalanan hidup manusia yang panjang dan melelahkan.
Kyai Semar sebagai simbol kebijaksanaan dan kerendahan hati.


Tak ada ritual besar. Tak ada suara lantang.

Yang ada hanya duduk, diam, dan berdialog dengan diri sendiri.

Berita Terkait

Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian
Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah
Simón Bolívar, El Libertador
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat Jeritan Sunyi dari Kali Tersakiti
Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:51 WIB

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:25 WIB

Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:03 WIB

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:19 WIB

Simón Bolívar, El Libertador

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Berita Terbaru

News

Syekh Subachir dan Penjinakan Tanah Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 11:19 WIB

Sejarah & Arkeologi

Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:51 WIB

Sumber foto ResearchGate

Sejarah & Arkeologi

Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Selasa, 27 Jan 2026 - 10:03 WIB