Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak - Plus62.co

Benua Atlantis, Sebuah Misteri yang Belum Terkuak

- Jurnalis

Selasa, 14 Januari 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu-satunya sumber tertulis yang mengungkapkan tentang legenda Atlantis adalah sebuah Dialog yang berjudul Timaeus dan Critias, yang ditulis oleh seorang filsuf Yunani kuno, Plato, pada tahun 360 SM.

Satu-satunya sumber tertulis yang mengungkapkan tentang legenda Atlantis adalah sebuah Dialog yang berjudul Timaeus dan Critias, yang ditulis oleh seorang filsuf Yunani kuno, Plato, pada tahun 360 SM.

MITOS – Konon menurut cerita yang merebak di masyarakat, dahulu kala pernah ada sebuah daratan luas menyerupai benua dimana masyarakatnya hidup dengan peradaban yang sangat maju, benua itu bernama Atlantis. Satu-satunya sumber tertulis yang mengungkapkan tentang legenda Atlantis adalah sebuah Dialog yang berjudul Timaeus dan Critias, yang ditulis oleh seorang filsuf Yunani kuno, Plato, pada tahun 360 SM.

Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar “di seberang pilar-pilar Herkules”. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra hanya dalam waktu satu hari satu malam akibat gempa dan banjir, sekitar tahun 1.500 SM. Plato juga menggambarkan Atlantis sebagai negara yang kaya, rakyatnya makmur, berperadaban maju, dan kuat secara militer. Namun, sejauh ini tidak ada bukti dari sumber mana pun bahwa legenda tentang Atlantis sudah ada sebelum Plato menulis tentangnya.

Baca Juga :  Cengkareng: Dari Nama Pohon ke Kekuasaan Tuan Tanah Cina

Spekulasi Tentang Atlantis

Dalam beberapa dekade terakhir ini, banyak para peneliti, seperti sejarawan, arkeolog, bahkan pakar geologi yang menggali informasi tentang keberadaan Atlantis. Salah satunya adalah Prof. Arysio Santos, seorang pakar geologi dari Brazil. Dalam bukunya ‘Atlantis : The Lost Continent Finally Found’, Santos mengungkapkan, berdasarkan penelitiannya terhadap tulisan Plato, ia memperkirakan bahwa Atlantis pernah ada pada masa 10.000 SM. Menurut Santos, Atlantis memiliki peradaban maju, teknologi tinggi, dan arsitektur bangunan yang indah. Secara geografis Atlantis terdiri dari dataran tinggi, lembah, dikelilingi gunung-gunung yang menjulang. Masih menurutnya, Atlantis mengalami kehancuran disebabkan oleh perubahan iklim, gempa bumi dan banjir besar.

Baca Juga :  Jejak Terakhir Wong Kalang di Jawa — Menghilang, Tapi Tidak Punah

Teori Indonesia Sebagai Atlantis

Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, akhirnya Prof. Arysio Santos menyimpulkan, bahwa Atlantis yang selama ini kita cari adalah Indonesia yang kita kenal sekarang ini. Hal ini didasarkan pada

  • Kesamaan geografis : pulau-pulau di Indonesia mirip dengan deskripsi Plato tentang Atlantis.
  • Kebudayaan : kebudayaan kuno Indonesia seperti Majapahit dan Sriwijaya menunjukkan kesamaan dengan peradaban Atlantis.
  • Prasasti dan artefak : penemuan prasasti dan artefak kuno di Indonesia, seperti prasasti Yupa dan patung Budha, mirip dengan gaya seni Atlantis.
  • Mitologi : mitos-mitos kuno Indonesia, seperti cerita tentang dewa-dewa, memiliki kesamaan dengan mitologi Atlantis.

Akan tetapi teori ini masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan, khususnya di kalangan komunitas ilmiah. Sebab menurut mereka masih kurangnya bukti ilmiah yang kuat, interpretasi yang subyektif terhadap teks Plato, teori-teorinya dianggap spekulatif, dan ketiadaan kesepakatan di antara para peneliti.

Baca Juga :  Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo

Hingga kini, banyak sejarawan dan arkeolog percaya bahwa Atlantis mungkin hanyalah mitos yang diciptakan Plato sebagai alegori untuk mengajarkan pelajaran moral tentang runtuhnya sebuah peradaban.

Terlepas dari pro kontra yang muncul ke permukaan, Atlantis adalah fenomena yang menarik, sebagai motivasi para ilmuwan untuk terus menggali dan meneliti tentang keberadaannya. Serapat-rapatnya misteri suatu saat nanti pasti akan terkuak dan menjumpai titik terang.

(Referensi : ‘Atlantis : The Lost Continent Finally Found, oleh Arysio Santos, 2009, Dokumenter : Atlantis, Beyond The Myth, 2001)

Berita Terkait

Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun dari Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk
Sundaland, dan Kebenaran yang Tak Pernah Sederhana
Arca Domas: Dua Titik Sakral Dunia
Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo
Cengkareng: Dari Nama Pohon ke Kekuasaan Tuan Tanah Cina
Gunung Tidar dan Sunyi yang Menjaga Jawa
Wong Kalang: Dari Tenaga Andalan Kerajaan hingga Omah Kalang dan Mitos Kesaktian

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:32 WIB

Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun dari Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:34 WIB

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:21 WIB

Sundaland, dan Kebenaran yang Tak Pernah Sederhana

Senin, 2 Februari 2026 - 18:23 WIB

Arca Domas: Dua Titik Sakral Dunia

Senin, 2 Februari 2026 - 11:17 WIB

Tokoh Muda Aceh Soroti Pengabaian Sejarah Aceh Gayo

Berita Terbaru

Megapolitan

LBH Gekira Dorong Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu

Kamis, 12 Mar 2026 - 17:45 WIB

Caption:
Menteri HAM , Wakil Menteri Komunikasi dan Digital , dan Ketua Komisi XIII DPR RI saat Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan HAM di Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Rabu (11/3/2026). Istimewa.

Megapolitan

Pigai: Pers Pilar Penting Pembangunan HAM di Indonesia

Kamis, 12 Mar 2026 - 10:03 WIB