Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI - Plus62.co

Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,PLUS62.CO – Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta Luqman Hakim Arifin menyatakan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dapat mengoptimalkan distribusi informasi publik agar lebih luas, akurat, dan merata.

Menurut Luqman, pola konsumsi informasi masyarakat saat ini telah mengalami perubahan signifikan seiring berkembangnya platform berbasis kecerdasan buatan.

“Konsumsi informasi masyarakat di era AI saat ini mengalami perubahan. Kalau dulu mungkin orang mengakses berita di website, tetapi saat ini justru bergeser ke AI Overview. Karena itu, berita-berita yang ada di KI mesti dibuat dengan mempertimbangkan tren AI ini,” ujar Luqman dalam FGD bertajuk “Keterbukaan Informasi Publik di Era AI: Peran Pers dan Media Siber”, Senin (5/10/2026).

Luqman menegaskan, pelaksanaan FGD tersebut menjadi momentum penting untuk memperoleh wawasan, masukan, dan rekomendasi dalam memperkuat keterbukaan informasi publik (KIP) di era digital.

Menurutnya, KIP memiliki keterkaitan erat dengan pers dan media, khususnya dalam proses penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  MHT-PWI Jaya 2026: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan Jakarta

“Melalui FGD ini, harapannya dapat menghasilkan catatan serta rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi dengan media, sehingga sosialisasi dan edukasi KIP semakin dikenal, dipahami, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

Sementara itu, narasumber FGD, Ilona Juwita, menyampaikan bahwa AI kini mulai menjadi salah satu sumber masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi berita.

Mengutip data Reuters Institute Digital News Report 2026, Ilona menyebut sebanyak 12 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan AI chatbot sebagai sumber berita mingguan. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia.

Selain itu, tingkat kepercayaan pengguna setelah mencoba AI mencapai 44 persen. Sementara lebih dari sepertiga atau 33 persen masyarakat Indonesia disebut mengakses ChatGPT setiap bulan.

“Perubahan perilaku ini memicu fenomena zero-click, di mana 68 persen pencarian di AS pada awal 2026 berakhir tanpa klik ke situs web. Meskipun konten dikutip oleh AI, belum tentu menghasilkan traffic langsung ke media. Oleh karena itu, kita perlu beradaptasi dari sekadar SEO (Search Engine Optimization) menuju GEO (Generative Engine Optimization),” jelas Ilona.

Baca Juga :  Apresiasi Ekosistem Perumahan dengan 60 Umrah, Maruarar Sirait Siapkan 8 Rumah Subsidi pada IPBA XXI 2027

Menurut Ilona, pergeseran metrik dari sekadar “klik” menjadi “dikutip” menuntut media untuk menerapkan strategi baru. Dalam kerangka GEO, sistem AI mengutamakan fakta yang jelas, struktur informasi yang baik, serta kredibilitas tinggi dengan mengedepankan prinsip Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness.

Ilona juga menilai konten lokal memiliki peluang besar untuk dilirik sistem AI. Menurutnya, media lokal yang menyajikan laporan langsung dari lapangan serta mengangkat isu hyperlocal memiliki keunggulan karena persaingan informasi relatif lebih rendah dan karakter informasinya lebih spesifik.

“Situs berita atau media lokal yang menyajikan reportase first-hand dan isu hyperlocal punya keunggulan struktural karena persaingan yang lebih rendah dan kekhasan informasi yang tinggi,” pungkas Ilona.

Baca Juga :  Peserta UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Dapat Pembekalan Etika dan Profesionalisme Pers

Senada dengan hal tersebut, Penerus Bonar menekankan pentingnya kolaborasi antara Komisi Informasi dan media dalam mengarusutamakan isu keterbukaan informasi publik.

Menurut Bonar, di era AI, pendistribusian informasi secara masif melalui berbagai media berpotensi membuat informasi tersebut masuk ke dalam ekosistem pencarian berbasis AI, seperti AI Overview.

“Dengan kolaborasi dan pendistribusian informasi, berita di berbagai media, maka tentu saja punya potensi masuk dalam pencarian berbasis AI,” kata Bonar.

Meski demikian, Bonar mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam memproduksi konten, termasuk berita, tetap membutuhkan proses verifikasi. Menurutnya, AI hanya merupakan alat bantu dan tidak dapat menggantikan tanggung jawab jurnalistik.

“AI ini alat bantu saja, tetap butuh verifikasi. Karena pada akhirnya yang bertanggung jawab terhadap penulisnya, bukan AI,” tutur Bonar.

Berita Terkait

Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita
Jelang Pilkades Sontang 2026, Warga Soroti Netralitas Panitia, Pengawas dan Dugaan Mobilisasi
Ketua KI DKI: Saatnya Mahasiswa Kritisi Dominasi Fraksi di Parlemen, Hambat Demokrasi Substantif
Dua Transfer Tanpa Persetujuan, Rp273 Juta dari Rekening Suwito Mengarah ke MNC Bank
11,31 Kg Emas Hendak Dibawa ke Singapura, BCW: Telusuri Siapa Pemiliknya
Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional
BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Wakil Ketua KI DKI Luqman Hakim: Informasi Publik Harus Adaptif di Era AI

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Dorong Pers Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Jelang Pilkades Sontang 2026, Warga Soroti Netralitas Panitia, Pengawas dan Dugaan Mobilisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Ketua KI DKI: Saatnya Mahasiswa Kritisi Dominasi Fraksi di Parlemen, Hambat Demokrasi Substantif

Berita Terbaru

Megapolitan

Bimbel Mingguan BPAY Dorong Anak Yatim Raih Cita-Cita

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:06 WIB