Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang Meroket plus62co

Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang Meroket

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang di Jember Meroket

Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang di Jember Meroket

JEMBER – Aksi mogok nasional yang dilakukan oleh para sopir truk dalam beberapa hari terakhir mulai memberikan dampak terhadap distribusi kebutuhan pokok, khususnya bumbu dapur. Gangguan distribusi ini menyebabkan kelangkaan pasokan yang memicu lonjakan harga secara drastis.

Sejumlah pedagang di pasar tanjung jember memilih untuk menutup lapak lantaran tidak mampu lagi menjual dengan harga yang wajar. Kenaikan harga yang tajam membuat daya beli masyarakat menurun dan mengancam kelangsungan usaha kecil.

Harga beberapa komoditas penting mengalami lonjakan mencolok. Misalnya, cabai rawit merah yang sebelumnya dijual seharga Rp30.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp50.000 per kilogram.

Baca Juga :  Forkabi DPC kembangan Bersama Tiga Pilar Berbagi Takjil

Bawang merah mengalami kenaikan serupa, dari Rp30.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Bahkan, harga tomat yang semula Rp8.000 per kilogram kini naik hingga Rp24.000.

“Kami kesulitan dapat barang dari distributor, harganya pun tinggi. Kalau dipaksakan jual, pelanggan kabur. Lebih baik tutup dulu,” ujar seorang pedagang di Pasar Tanjung Jember.

Baca Juga :  Wagub Banten Dimyati Tutup Tambang Ilegal di Kaduagung Lebak


Masyarakat pun mulai merasakan dampaknya. Banyak warga terpaksa mengurangi belanja bahan dapur dan beralih ke bahan alternatif yang lebih murah.

“Kami merasa keberatan. Belanja jadi harus dikurangi karena semuanya naik,” kata Lena, seorang ibu rumah tangga, saat ditemui pada Rabu (18/6/2025).

Aksi mogok ini diduga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah terkait penerapan aturan ZERO ODOL(Over Dimension Over Load). Hingga kini, belum ada kejelasan kapan aksi mogok nasional ini akan berakhir.

(Rdw)

Baca Juga :  Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Jalan Kaki di Pasar Babakan, Perkuat Hubungan dengan Warga

Berita Terkait

Program “Bang Andra” Buka Akses Desa Sukajaya, Dongkrak Produktivitas Warga Serang
Wagub Banten Dimyati Tutup Tambang Ilegal di Kaduagung Lebak
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Sementara Aktivitas Tambang Parung Panjang Demi Masyarakat Luas
Jenuh Menunggu Pemerintah, Warga Kampung Pilar Pandeglang Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Koordinator P3A Dedi Bungkam, Kegiatan Irigasi di Kabupaten Tangerang Sarat Kejanggalan
LSM PEKA Dampingi Warga Cilangkap Laporkan Dugaan Permainan Anggaran Pengelolaan Dana Desa
Bupati Lebak Soroti Jalan Desa Rusak, Tegaskan Akan Audit Kepala Desa
Pemprov Banten Lelang Belasan Kendaraan Dinas, Termasuk Mobil Dinas Mantan Gubernur Ratu Atut

Berita Terkait

Jumat, 14 November 2025 - 10:52 WIB

Program “Bang Andra” Buka Akses Desa Sukajaya, Dongkrak Produktivitas Warga Serang

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:20 WIB

Wagub Banten Dimyati Tutup Tambang Ilegal di Kaduagung Lebak

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:14 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Sementara Aktivitas Tambang Parung Panjang Demi Masyarakat Luas

Rabu, 24 September 2025 - 16:14 WIB

Jenuh Menunggu Pemerintah, Warga Kampung Pilar Pandeglang Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

Sabtu, 13 September 2025 - 17:17 WIB

Koordinator P3A Dedi Bungkam, Kegiatan Irigasi di Kabupaten Tangerang Sarat Kejanggalan

Berita Terbaru