JAKARTA, plus62.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, menyuarakan keprihatinan atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan terus menerus oleh Israel di jalur Gaza, Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat, sejak gencatan senjata berlaku, serangan Israel setidaknya telah membunuh 240 orang dan mengakibatkan 607 korban luka-luka di Gaza.
Guterres meminta semua pihak mematuhi gencatan senjata yang efektif berlaku sejak 10 Oktober 2025. Hal tersebut disampaikan Guterres saat menghadiri pembukaan KTT Dunia untuk Pembangunan Sosial di Doha, Qatar, Selasa (4/11/2025).
“Itu semua (pelanggaran gencatan senjata) harus berhenti, semua pihak harus mematuhi ketentuan-ketentuan dalam tahap pertama perjanjian damai,” ujar Guterres.
Guterres menegaskan penghormatan atas ketentuan gencatan senjata krusial untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang bagi Palestina dan Israel.
“Jangan lupakan perlunya mendirikan solusi politik yang kredibel menuju penghentian pendudukan, mewujudkan hal menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina,” tegasnya.
“Dan solusi dua negara yang membuat Israel dan Palestina bisa hidup dalam perdamaian dan keamanan,” imbuh Guterres.

Israel diketahui berulang kali melakukan pelanggaran gencatan senjata di Gaza, sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Di akhir Oktober 2025, Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran yang membunuh lebih dari 100 orang, 46 diantaranya anak-anak.
Pada Selasa (4/11/2025), pasukan Israel kembali berulah melanggar gencatan senjata dengan membunuh seorang warga Palestina, di bagian Utara Gaza.
Militer Israel berdalih warga Palestina tersebut melanggar “Garis Kuning” (Batas demarkasi sementara) sehingga harus ditembak. Selain itu di Jabaliya, utara Gaza, seorang warga juga terbunuh akibat tembakan tentara Israel.
Sedangkan di kawasan Tuffah, Kota Gaza, tembakan quadcopter Israel menewaskan seorang warga Palestina dan melukai seseorang lainnya.(*)












